Selasa, 27 Januari 2026

Ruxi Badia Ingin Madura United Bangkit Usai Takluk dari Persija


 Ruxi Badia Ingin Madura United Bangkit Usai Takluk dari Persija Bek tengah Madura United Roger Ruxi Badia. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Bek tengah Madura United Roger “Ruxi” Badia menegaskan timnya tak ingin larut dalam kekecewaan usai kekalahan dari Persija Jakarta. Laskar Sape Kerrab bertekad bangkit dan menargetkan hasil maksimal pada tiga laga penting berikutnya di BRI Super League 2025/2026.

Madura United harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 0-2 pada pertandingan pekan ke-18 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (23/1/2026).

“Kami punya tiga pertandingan yang sangat penting ke depan. Harapannya, kami bisa meraih tiga poin di setiap laga tersebut,” ujar Ruxi usai pertandingan.

Pemain asal Spanyol itu menyebut Madura United akan menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas bisa diimbangi, yakni PSBS Biak pada 31 Januari, Persijap Jepara pada 7 Februari, dan Persis Solo pada 13 Februari. Ruxi berharap rangkaian laga tersebut menjadi momentum kebangkitan tim.

Kekalahan dari Persija membuat Madura United tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin. Meski posisinya belum aman, Ruxi tetap optimistis target finis di 10 besar bisa tercapai.

Keyakinan itu muncul seiring kedatangan sejumlah pemain anyar pada bursa transfer paruh musim. Madura United mendatangkan Fauzan Hanif, Riquelme Sousa, Junior Brandao, dan Giovani Numberi untuk memperkuat skuad.

“Kami membawa beberapa pemain baru dan menurut saya kualitas skuad cukup bagus. Kami hanya perlu sedikit waktu untuk menyatu dan menyesuaikan ritme permainan,” kata bek berusia 30 tahun tersebut.

Menyoroti jalannya laga kontra Persija, Ruxi mengaku cukup puas dengan penampilan Madura United pada babak pertama, meski timnya gagal menciptakan peluang berbahaya dan kebobolan penalti yang dieksekusi Gustavo Almeida pada menit ke-43.

Di babak kedua, Madura United tampil lebih berani menekan. Namun, usaha menyamakan kedudukan tidak membuahkan hasil. Tim tamu justru kembali kebobolan penalti pada menit-menit akhir yang dieksekusi Maxwell Souza pada menit 90+15.

Ruxi juga mengkritik ritme pertandingan yang menurutnya terlalu sering terhenti.

“Saya tidak suka ritme di babak kedua. Permainan sering berhenti, ada pemain jatuh, lalu pengecekan VAR yang lama. Itu bukan sepak bola. Saya ingin bermain, bukan menunggu,” ucap Ruxi seperti dikutip dari Antara.

Meski demikian, ia menegaskan kritik tersebut bukan ditujukan kepada wasit, melainkan menjadi evaluasi bagi semua pihak di lapangan agar pertandingan bisa berjalan lebih mengalir.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru