Presiden Prabowo Siapkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI


 Presiden Prabowo Siapkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI Presiden Prabowo Subianto (tengah) menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian awal pembangunan 10 gudang ketahanan Polri, peluncuran 166 SPPG Polri, dan panen raya jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (BPMI Setpres)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencananya untuk menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit Prabowo dan Agus Subiyanto. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kepemimpinan keduanya yang dinilai berhasil membawa institusi masing-masing mencatat banyak prestasi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya jagung serentak dan peletakan batu pertama pembangunan 10 gedung ketahanan pangan Polri di Tuban, Sabtu (16/5/2026).

"Saya lihat Polri ini berprestasi. Kapolri belum pernah menerima Bintang Mahaputera, belum ya? Nanti Presiden Prabowo yang kasih bintang," kata Prabowo.

Presiden kemudian juga menyinggung Panglima TNI.

"Panglima ini juga belum terima juga kau? Presiden Prabowo memberi," imbuhnya.

Mendengar pernyataan itu, Kapolri dan Panglima TNI langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Presiden.

Menurut Prabowo, keberhasilan sebuah organisasi tidak lepas dari kualitas kepemimpinan. Jika sebuah institusi mampu bekerja dengan baik dan menunjukkan hasil nyata, maka pemimpinnya layak mendapat penghargaan.

Prabowo secara khusus memuji kinerja Polri yang dinilai aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta keterlibatan dalam panen raya jagung yang beberapa kali ia hadiri.

"Saya lihat Pak Listyo ini berhasil, ya gimana? Aku mau ngomong apa? Iya kan? MBG aku lihat hebat, paling bersih, tertib. Ini bukan saya soal muji-muji loh, aku pelit juga tuh kalau kasih penghargaan, tapi saya ingin objektif," ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa dalam sebuah organisasi, keberhasilan harus diapresiasi, sementara kegagalan harus dievaluasi.

"Saya melihat peran Polri luar biasa dan di sini saya kira adalah karena leadership, kepemimpinan. Kalau bagus ya kita harus akui bagus. Kalau baik, kita akui baik, dan dalam organisasi kalau organisasinya baik berarti pemimpinnya baik, iya kan?" kata Presiden.

Ia kemudian memberi analogi sepak bola untuk menggambarkan pentingnya kepemimpinan.

"Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang ya manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik, kontrak diperpanjang bener kan? Kalau nggak beres, copot. Sederhana, ini namanya hidup. Jadi, jangan kau ingin jadi kapten kesebelasan sepak bola, kalah, kalah, kalah, ingin diperpanjang terus, ya enggak," kata Presiden.

Prabowo juga menyinggung Andi Amran Sulaiman yang sebelumnya diberi target swasembada pangan dalam empat tahun, tetapi berhasil mencapainya hanya dalam satu tahun. Atas pencapaian tersebut, Menteri Pertanian menerima penghargaan Bintang Jasa Utama.

Rencana pemberian Bintang Mahaputera kepada Kapolri dan Panglima TNI menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap kepemimpinan yang dinilai mampu menghadirkan hasil nyata bagi bangsa.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru