Penggunaan Obat Kumur Berlebihan Bisa Picu Hipertensi, Ini Penjelasan Ahli


 Penggunaan Obat Kumur Berlebihan Bisa Picu Hipertensi, Ini Penjelasan Ahli Ilustrasi pemakaian obat kumur

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Penggunaan obat kumur yang berlebihan ternyata dapat berdampak pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko Hipertensi. Hal ini diungkapkan oleh ahli anestesi dan dokter pengobatan nyeri intervensi, Kunal Sood.

Melalui unggahan video di media sosial Instagram Kamis (23/4/2026) Sood menjelaskan bahwa obat kumur antibakteri tidak hanya membunuh bakteri jahat, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam mulut.

“Obat kumur antibakteri tidak hanya menyegarkan napas, tetapi juga dapat mengganggu bakteri baik di mulut dan memengaruhi produksi oksida nitrat, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah,” ujarnya, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Ia menjelaskan bahwa bakteri tertentu di rongga mulut memiliki peran penting dalam proses biologis tubuh. Bakteri tersebut membantu mengubah nitrat dari makanan menjadi nitrit, yang kemudian diproses menjadi oksida nitrat.

Oksida nitrat merupakan molekul penting yang berfungsi menjaga kelancaran aliran darah, mendukung fungsi pembuluh darah, serta mengatur tekanan darah.

“Bakteri mulut tertentu mengubah nitrat dari makanan menjadi nitrit, yang kemudian diubah menjadi oksida nitrat di dalam tubuh. Oksida nitrat sangat penting untuk vasodilatasi, aliran darah, dan pengaturan tekanan darah,” jelasnya.

Namun, penggunaan obat kumur antiseptik dengan kandungan antimikroba kuat, seperti klorheksidin, dapat mengganggu proses tersebut. Kandungan ini berpotensi membunuh bakteri baik yang berperan dalam produksi oksida nitrat.

Akibatnya, produksi oksida nitrat menurun, yang dapat berdampak pada fungsi pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

“Obat kumur antiseptik dapat mengurangi konversi nitrat menjadi nitrit dan menurunkan ketersediaan oksida nitrat. Beberapa penelitian menunjukkan pengurangan lebih dari 90 persen bakteri ini dengan obat kumur tertentu,” ungkap Sood.

Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan jangka pendek, bahkan hanya beberapa hari, sudah dapat memengaruhi kondisi tubuh. Penelitian menunjukkan penurunan kadar nitrit saliva serta peningkatan tekanan darah sistolik sekitar 2 hingga 3 mmHg.

Lebih lanjut, penggunaan jangka panjang dan frekuensi tinggi—lebih dari dua kali sehari—dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi.

“Lebih sedikit bakteri baik menyebabkan lebih sedikit oksida nitrat, yang mengakibatkan penurunan vasodilatasi dan tekanan darah yang lebih tinggi,” tambahnya.

Meski demikian, Sood menegaskan bahwa obat kumur tetap memiliki manfaat, terutama untuk kondisi tertentu seperti penyakit gusi, perawatan pasca tindakan medis, dan pengendalian plak.

Ia menyarankan agar penggunaan obat kumur dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan, serta tetap mengikuti anjuran tenaga medis.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru