Sabtu, 15 Agustus 2026

Qatar dan Mesir Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari, AS dan Iran Pertimbangkan Jalur Damai


 Qatar dan Mesir Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari, AS dan Iran Pertimbangkan Jalur Damai Qatar dan Mesir Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari, AS dan Iran Pertimbangkan Jalur Damai. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah kembali menemukan momentum. Qatar dan Mesir, bersama Pakistan serta sejumlah mediator regional lainnya, mengajukan proposal gencatan senjata selama 10 hari kepada Amerika Serikat dan Iran.

Usulan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi diplomasi untuk kembali berjalan, sekaligus mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas. Di tengah situasi yang masih tegang, peluang dialog dinilai tetap terbuka meski berbagai pihak terus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Mengutip laporan Axios yang terbit pada Senin (20/7/2026), pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini sedang mempelajari proposal tersebut.

Washington juga disebut meminta Israel agar menahan diri dan tidak mengambil langkah yang dapat mempersempit peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila proses perundingan gagal mencapai kesepakatan.

Sementara itu, militer Israel dilaporkan meningkatkan status kesiagaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang dapat berkembang menjadi operasi militer berskala penuh dalam beberapa hari mendatang dikutip Antara.

Proposal gencatan senjata itu tidak hanya berisi penghentian sementara aksi permusuhan selama 10 hari. Dokumen tersebut juga mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz yang memiliki peran strategis bagi perdagangan energi dunia.

Selain itu, masa jeda konflik diharapkan memberi kesempatan bagi Washington dan Teheran untuk menyelamatkan nota kesepahaman yang sebelumnya telah dirintis, sehingga proses diplomasi masih memiliki peluang untuk dilanjutkan.

Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai diterima atau tidaknya proposal tersebut. Namun, inisiatif para mediator dipandang sebagai salah satu peluang penting untuk meredakan ketegangan yang dalam beberapa pekan terakhir terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru