Potret Tampil di Java Jazz 2026, Melly Goeslaw Hidupkan Kenangan Lewat Lagu Hits Era 90-an


 Potret Tampil di Java Jazz 2026, Melly Goeslaw Hidupkan Kenangan Lewat Lagu Hits Era 90-an Vokalis Potret Melly Goeslaw dalam acara Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Grup musik Potret sukses menghadirkan suasana nostalgia di panggung Java Jazz Festival 2026 yang digelar di Nice PIK 2, Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/5/2026). Lewat deretan lagu hits yang melejitkan nama mereka sejak era 1990-an, Potret tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi yang lebih besar kepada musisi Indonesia.

Vokalis Potret, Melly Goeslaw, mengaku bahagia bisa kembali tampil di salah satu festival musik terbesar dan paling dinantikan di Tanah Air tersebut. Menurutnya, Java Jazz telah menjadi agenda tahunan yang selalu mendapat tempat spesial di hati para penikmat musik.

“Senang sekali, senang banget Potret bisa ada di sini di event Java Jazz, event tahunan yang mana ini menjadi favorit orang-orang Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia ya,” kata Melly saat menyapa penonton.

Melly juga mengungkapkan rasa syukurnya karena masih dapat membawakan lagu-lagu yang telah lama dikenal dan dicintai masyarakat Indonesia.

“Jadi kita senang banget bisa nyanyiin lagu-lagu karya saya dan juga Potret yang pastinya mudah-mudahan kalian terhibur,” ujarnya.

Penampilan Potret dibuka dengan lagu “Ingin Dicium” yang langsung disambut antusias penonton. Energi panggung terus terjaga saat mereka melanjutkan penampilan dengan membawakan “Tentang Seseorang” dan “Bimbang”.

Suasana semakin hangat ketika lagu “Ku Bahagia” mengalun. Pada momen tersebut, Melly mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama. Ribuan penonton pun larut dalam euforia dengan menyanyikan lirik lagu secara serempak.

Di tengah penampilan, Melly menyampaikan pesan khusus kepada para pecinta musik agar tidak hanya memberikan dukungan kepada musisi internasional, tetapi juga kepada para musisi Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya berkualitas.

“Indonesia yang hadir di venue yang sejauh apa pun, harus kita apresiasi dan harus kita tonton, karena ini adalah juga aset bangsa kita,” kata Melly.

Menurutnya, mencintai musik dari luar negeri bukanlah hal yang salah. Namun, dukungan yang sama juga perlu diberikan kepada karya-karya anak bangsa.

“Boleh mencintai musik luar, saya juga mencintai musik luar, tadi malam saya nonton Laufey. Tapi maksud saya, kalau musik luar itu jauh ke ujung dunia pun dikejar, musik Indonesia pun harus begitu porsinya,” ujarnya.

Melly kemudian mencairkan suasana dengan candaan yang mengundang tawa penonton.

“Umur saya udah 52 tahun, iya. Jadi kalau nyanyi lagu cepat, habis itu mesti ada cooling down-nya,” kata dia yang disambut tawa penonton.

Setelah itu, Potret melanjutkan penampilan dengan membawakan lagu “Mungkin” dan “Bunda”, yang kembali membuat penonton ikut bernyanyi bersama.

Nuansa nostalgia semakin terasa ketika Potret menghadirkan aransemen jazz pada lagu “Gantung”. Sentuhan baru tersebut memberikan warna berbeda pada lagu yang telah akrab di telinga penikmat musik Indonesia. Penampilan kemudian berlanjut dengan lagu “Mak Comblang” yang disambut meriah.

Kekompakan penonton kembali terlihat saat Potret membawakan “Bagaikan Langit”. Melly mengajak para penonton mengangkat tangan sambil bernyanyi bersama, menciptakan pemandangan koor massal di area panggung.

Lagu “Salah”, yang menjadi salah satu karya ikonik Potret pada era 1990-an, turut menghidupkan suasana. Penonton dari berbagai generasi tampak larut dalam kenangan sambil menyanyikan setiap lirik lagu.

Penampilan Potret di Java Jazz Festival 2026 ditutup dengan lagu “I Just Wanna Say I Love You”. Lagu tersebut menjadi penutup manis yang disambut tepuk tangan dan sorak meriah dari para penonton.

Potret sendiri merupakan grup musik yang dibentuk pada 1995 oleh Melly Goeslaw, Anto Hoed, dan Arie Ayunir. Selama lebih dari tiga dekade berkarya, mereka dikenal lewat perpaduan unik unsur pop, jazz, swing, dan teater musikal. Sejumlah lagu seperti “Mak Comblang”, “Salah”, “Bunda”, “Bagaikan Langit”, hingga “I Just Wanna Say I Love You” terus bertahan sebagai karya yang melekat di hati penikmat musik Indonesia hingga saat ini.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru