Loading
Aktor Palestina Nominasi Oscar Gagal Hadiri Oscar 2026 karena Larangan Masuk ke AS. (IMDb)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Aktor Palestina Motaz Malhees dipastikan tidak dapat menghadiri Academy Awards ke-98 meski film yang dibintanginya, The Voice of Hind Rajab, masuk nominasi Oscar 2026. Ketidakhadiran Malhees disebut terkait larangan perjalanan yang membuat dirinya tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat.
Motaz Malhees, 34 tahun, merupakan salah satu pemeran utama dalam film garapan sutradara Tunisia Kaouther Ben Hania tersebut. Dalam film itu, ia memerankan Omar, seorang relawan Bulan Sabit Merah yang terus terhubung melalui telepon dengan Hind Rajab, gadis kecil Palestina yang menjadi pusat kisah memilukan dalam film tersebut.
Lewat unggahan di Instagram, Malhees mengaku sedih karena tidak bisa hadir di momen penting itu. Ia menegaskan bahwa larangan masuk ke Amerika Serikat yang berkaitan dengan kewarganegaraan Palestina membuatnya gagal menghadiri malam penghargaan Oscar.
“Film kami, The Voice of Hind Rajab, dinominasikan untuk Academy Award. Saya mendapat kehormatan memainkan salah satu peran utama dalam kisah yang perlu didengar dunia,” tulis Malhees dilansir The Independent.
Namun, ia menambahkan bahwa dirinya tidak bisa hadir. “Saya tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat karena kewarganegaraan Palestina saya. Ini menyakitkan. Tetapi inilah kebenarannya: Anda dapat memblokir paspor. Anda tidak dapat memblokir suara.”
Baca juga:
‘The Voice of Hind Rajab‘: Film Menyentuh tentang Kisah Anak Gaza Tayang 26 November di IndonesiaPernyataan itu kemudian menarik simpati banyak pihak, termasuk sesama insan perfilman. Aktor Inggris peraih Oscar, Riz Ahmed, termasuk yang menyatakan dukungannya. Ia memuji penampilan Malhees dan kekuatan film tersebut, seraya mengirimkan cinta dan rasa hormat.
The Voice of Hind Rajab menjadi salah satu nominasi dalam kategori Film Fitur Internasional Terbaik di Oscar 2026. Film ini bersaing dengan The Secret Agent dari Brasil, Sentimental Value dari Norwegia, Sirāt dari Spanyol, dan It Was Just an Accident dari Prancis.
Film tersebut merekonstruksi momen-momen terakhir Hind Rajab, gadis Palestina berusia lima tahun yang tewas pada 2024 bersama keluarganya dan para paramedis yang berupaya menyelamatkannya. Cerita film dibangun dari ulang adegan dan sisipan audio mentah panggilan telepon, menghadirkan kembali detik-detik penuh ketakutan yang dialami korban.
Dalam kisah itu, Hind Rajab dikisahkan sempat selamat dari serangan tank Israel terhadap kendaraan keluarganya. Ia lalu menghubungi layanan darurat dan memohon pertolongan selama lebih dari tiga jam dari dalam mobil yang menjadi tempat perlindungan terakhirnya. Paramadis sempat dikirim ke lokasi, namun beberapa hari kemudian ambulans mereka ditemukan hancur tak jauh dari mobil Hind.
Salah satu bagian paling menyayat datang dari rekaman panggilan telepon Hind. Di tengah isak tangis, ia terdengar memohon, “Tolong datanglah kepadaku, tolong datanglah. Aku takut,” dengan suara tembakan terdengar di latar belakang.
Sutradara Kaouther Ben Hania sebelumnya menegaskan bahwa film seperti The Voice of Hind Rajab penting dibuat agar dunia tidak melupakan tragedi kemanusiaan yang sering hanya hadir sebagai deretan fakta. Menurutnya, suara Hind pada akhirnya adalah suara Gaza yang meminta pertolongan.
Absennya Motaz Malhees di Oscar 2026 pun menjadi sorotan tersendiri. Di tengah pengakuan internasional terhadap film yang ia bintangi, ia justru tak bisa hadir karena hambatan politik dan kebijakan perjalanan. Meski demikian, Malhees menegaskan bahwa suaranya, juga cerita yang dibawa film tersebut, tidak akan bisa dibungkam.