Investor Hungaria Bidik KEK Industropolis Batang, Dua MoU Energi Hijau Ditandatangani


 Investor Hungaria Bidik KEK Industropolis Batang, Dua MoU Energi Hijau Ditandatangani Dua MoU ditandatangani antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku badan usaha pembangun dan pengelola KEK Industropolis Batang dengan perusahaan asal Hungaria, yakni Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft. Kedua perusahaan bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan, Budhapest, Hungaria, Kamis (28/5/2026) (ANTARA/HO-KEK)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menunjukkan daya tariknya di mata investor internasional. Terbaru, kawasan industri yang berada di Jawa Tengah itu berhasil menarik minat pelaku usaha dari Hungaria melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) di sektor energi hijau.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam forum bisnis bertajuk Indonesia’s New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone yang digelar di Budapest, Hungaria.

Dua perusahaan asal Hungaria, Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft, menandatangani kerja sama dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sebagai pengelola KEK Industropolis Batang. Kedua perusahaan tersebut dikenal bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan Indonesia membuka peluang seluas-luasnya bagi dunia usaha global untuk terlibat dalam transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kemitraan strategis di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, farmasi, sains, hingga inovasi teknologi.

"Hungaria memiliki reputasi kuat sebagai pusat riset farmasi di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Sementara Indonesia menawarkan pasar yang besar serta dukungan infrastruktur yang semakin kompetitif bagi investasi jangka panjang," ujarnya dikutip Antara.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Agung Putu Ngurah Wirawan, memaparkan perkembangan kawasan yang dinilai semakin diminati investor global.

Hingga saat ini, total investasi yang masuk ke KEK Industropolis Batang telah mencapai sekitar 1,3 miliar dolar AS dan berhasil menciptakan sekitar 11.000 lapangan kerja langsung.

Tingginya minat investor juga terlihat dari capaian penjualan lahan industri yang melampaui rata-rata kawasan industri di Indonesia.

Pada tahun 2024, penjualan lahan di kawasan tersebut mencapai 104 hektare. Sementara hingga 2025, angka penjualan telah menyentuh 97 hektare. Capaian ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata penjualan kawasan industri nasional yang berada di kisaran 15 hingga 20 hektare per tahun.

Menurut Agung, angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa investor semakin percaya terhadap prospek dan daya saing KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri baru di Indonesia.

Selain memperkenalkan peluang investasi di Batang, pemerintah juga mempromosikan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus sektor kesehatan kepada komunitas bisnis Hungaria. Beberapa di antaranya adalah KEK Sanur, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.

Dalam sesi business matching, berbagai peluang kerja sama strategis turut dibahas. Salah satunya adalah pengembangan sistem pengelolaan air dan daur ulang air industri yang dinilai penting untuk mendukung kebutuhan kawasan industri di masa depan.

Tak hanya itu, investor Hungaria juga menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan properti dan fasilitas penunjang bagi para pekerja di kawasan industri. Pembicaraan juga mencakup kemungkinan skema pendanaan bersama antara Indonesia dan Hungaria guna mendukung proyek-proyek strategis.

Sebelum forum bisnis berlangsung, delegasi Indonesia telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Hungarian Export Promotion Agency (HEPA), Hungarian Chamber of Commerce and Industry (HCCI), serta Hungarian Water Partnership pada 20 Mei 2026.

Dari sejumlah pertemuan tersebut, Hungaria menunjukkan minat yang cukup besar terhadap sektor pengelolaan air, energi hijau, teknologi digital, hingga pengembangan konsep kota pintar (smart city).

Bahkan, HCCI mengusulkan agar KEK Industropolis Batang dapat dijadikan proyek percontohan penerapan teknologi pengolahan air asal Hungaria di Indonesia.

Pemerintah menilai rangkaian promosi investasi tersebut berhasil memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Eropa Timur dan Eropa Tengah. Selain membuka peluang investasi baru, kerja sama ini juga berpotensi mendorong transfer teknologi di bidang energi hijau, pengelolaan air, teknologi digital, serta manufaktur berteknologi tinggi.

Sebagai langkah lanjutan, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama PT KITB dan kementerian/lembaga terkait akan mempercepat agenda penjajakan bisnis berikutnya, termasuk kunjungan investor ke Indonesia dan pembahasan implementasi berbagai proyek kerja sama yang telah dirintis.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Green Economy Insight Terbaru