Loading
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (21/1) bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari hari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS. ANTARA
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu (25/2/2026) tercatat melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.829 per dolar AS.
Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom Permata Bank, pelemahan rupiah terjadi karena investor mengambil sikap berhati-hati menjelang pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump.
“Para pelaku pasar memantau dengan cermat potensi perkembangan kebijakan perdagangan AS dan langkah-langkah terbaru di Timur Tengah,” kata Josua di Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara.
Pidato State of the Union (SOTU) ini menjadi yang pertama bagi Trump sejak terpilih kembali, setelah sebelumnya menyampaikan pidato penting pada Maret 2025, yang tidak resmi dianggap sebagai SOTU. Pidato kali ini diperkirakan akan menyoroti pencapaiannya selama masa jabatan kedua, meski menghadapi penurunan approval rating. Jajak pendapat terbaru menunjukkan hanya 32 persen warga Amerika menilai Trump fokus pada isu penting, sementara 68 persen menganggap prioritasnya belum tepat.
“Kehati-hatian yang meningkat mendorong permintaan terhadap dolar AS, yang menguat terhadap banyak mata uang utama, termasuk rupiah,” tambah Josua.
Berdasarkan sentimen global ini, pergerakan rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.775 hingga Rp16.900 per dolar AS.