Senin, 26 Januari 2026

BCA Ingatkan Nasabah Waspada Website Palsu, Modus Phishing Makin Menyerupai Asli


 BCA Ingatkan Nasabah Waspada Website Palsu, Modus Phishing Makin Menyerupai Asli Ilustrasi: Logo BCA. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Maraknya penipuan digital kembali menjadi perhatian serius. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengimbau seluruh nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, khususnya phishing melalui website palsu yang mengatasnamakan layanan resmi BCA.

Imbauan ini disampaikan menyusul laporan nasabah bisnis yang viral di media sosial terkait transaksi transfer dana yang berujung kerugian besar. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan nasabah terkait dan melakukan penelusuran menyeluruh.

“Berdasarkan kronologis yang disampaikan nasabah serta hasil investigasi internal, kejadian tersebut merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,” ujar Hera dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Hera memastikan bahwa sistem keamanan BCA berada dalam kondisi aman. Namun demikian, ia menekankan bahwa kejahatan siber terus berkembang dan kerap memanfaatkan kelengahan pengguna, terutama melalui situs tiruan yang tampilannya dibuat sangat mirip dengan website resmi.

Karena itu, BCA mengingatkan nasabah untuk tidak pernah membagikan data perbankan yang bersifat rahasia, seperti Appli Token Key BCA, PIN, OTP, maupun password, kepada pihak mana pun dengan alasan apa pun dikutip Antara.

Nasabah juga diminta memastikan seluruh informasi dan akses layanan hanya berasal dari kanal resmi BCA, yakni:

  • Aplikasi haloBCA
  • Halo BCA 1500888 (tanpa tambahan kode 021, +62, atau lainnya)
  • WhatsApp Bank BCA 08111500998 (akun terverifikasi/centang biru)
  • Instagram @goodlifebca (centang biru)
  • Website resmi www.bca.co.id

Sebelumnya, sejumlah unggahan di media sosial mengungkap pengalaman nasabah bisnis yang kehilangan dana hingga miliaran rupiah. Salah satu akun Instagram, @realmrbert, menjelaskan bahwa korban seharusnya mengakses KlikBCA Bisnis melalui vpn.klikbca.com, namun justru masuk ke situs palsu dengan alamat yang nyaris serupa.

Situs palsu tersebut diawali dengan huruf “vpk” dan memiliki tampilan yang sangat menyerupai website resmi. Tanpa disadari, saat korban melakukan transaksi, dana tidak masuk ke rekening tujuan, melainkan dialihkan ke rekening pelaku.

Kasus serupa juga dibagikan akun Instagram @tommy********, yang mengaku kehilangan dana sekitar Rp500 juta setelah mengakses website palsu KlikBCA Bisnis melalui mesin pencari Google. Dana tersebut rencananya digunakan untuk pembayaran gaji karyawan, namun justru berpindah ke rekening penipu.

BCA kembali menegaskan pentingnya mengetik alamat website secara manual, tidak mengklik tautan mencurigakan, serta selalu memeriksa keaslian domain sebelum login ke layanan perbankan digital.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru