Selasa, 27 Januari 2026

Kiat Bagi-bagi Biaya dalam Anggaran Pernikahan


 Kiat Bagi-bagi Biaya dalam Anggaran Pernikahan Ilustrasi: Calon pengantin sedang merancang anggaran pernikahan.(Net)

MEMBAGI beban tugas dan biaya dalam mempersiapkan pesta pernikahan bertujuan mencapai efisiensi dalam hal waktu, tenaga, dan anggaran. Pembagian tersebut biasanya mengikuti tradisi yang berlaku umum dimana keluarga mempelai wanita mendapat porsi yang terbesar.

Kecenderungan sekarang ini dengan semakin beragamnya kebutuhan pernak pernik perkawinan yang berakibat membengkaknya anggaran maka komposisi alokasi pembagian tugas dan anggaran perkawinan lebih disesuaikan kondisi keuangan masing-masing calon pengantin dan keluarga. Unsur kemampuan lebih menjadi patokan mengalokasikan beban anggaran pernikahan untuk saat sekarang ini.

Bahkan pada beberapa kasus, ada pasangan calon pengantin yang mempersiapkan sendiri perkawinan mereka karena secara keuangan lebih siap menanggulangi sebagian besar pengeluaran. Hal ini membawa konsekuensi dimana mereka dapat lebih leluasa menentukan berbagai pilihan di hari khusus mereka berdua.

Walaupun demikian, karena sebuah pernikahan melibatkan banyak keinginan, baik kedua mempelai maupun keluarga maka partispasi dalam bentuk beban tugas atau pengeluaran perlu didistribusikan sesuai kemampuan serta kesepakatan masing-masing pihak.

Aturan pembagian berdasarkan tradisi yang sudah berlaku umum merupakan alternatif gagasan dan panduan tepat bagi calon pengantin dan keluarga dalam mempersiapkan sebuah perkawinan, seperti yang dijabarkan dibawah ini.

Ada seninya dalam membagi-bagi biaya anggaran pernikahan itu. Coba deh Anda simak:

Mempelai WanitaCincin kawin mempelai pria. Bingkisan khusus untuk mempelai pria. Bingkisan khusus untuk pengiring wanita. Akomodasi dan bingkisan untuk partisipan luar kota.

Keluarga mempelai wanita

Pesta pertunangan. Undangan dan biaya pengirimannya. Bingkisan khusus untuk kedua mempelai. Gaun pengantin wanita dan perlengkapannya. Bunga tangan untuk pengiring wanita. Kebutuhan upacara dan resepsi perkawinan, di antaranya gedung, katering, kue pengantin, bunga, dekorasi, musik, dll. Fotografi dan videografi. Kebutuhan transportasi selama pesta perkawinan. Pakaian dan perlengkapan masing-masing (pribadi).

Mempelai priaCincin pertunangan dan kawin mempelai wanita. Bingkisan khusus untuk mempelai wanita. Bingkisan khusus untuk pendamping pria dan wanita. Pakaian pengantin pria dan perlengkapannya. Biaya surat nikah dan penghulu atau pendeta. Keperluan bunga, diantaranya bunga tangan dan korsase mempelai wanita dan orangtua perempuan, serta bunga untuk nenek. Bunga jas untuk partisipan pria. Perlengkapan pakaian pengiring mempelai pria (misalnya, sarung tangan, dasi, bunga jas, dll).

Bulan maduKeluarga mempelai pria Pakaian dan perlengkapan masing-masing (pribadi). Akomodasi untuk pengiring pria. Bingkisan khusus untuk kedua mempelai. Mobil pengantin.

Partisipan Pakaian dan aksesoris masing-masing (pribadi)Transportasi bagi yang berasal dari luar daerah. Bingkisan khusus untuk kedua mempelai. Akomodasi bagi yang berasal dari luar daerah (jika tidak disediakan oleh keluarga mempelai wanita).

Setiap keputusan yang berkaitan dengan anggaran perkawinan harus melibatkan mempelai wanita dan pria agar keinginan mereka berdua tercermin dalam pesta perkawinan sehingga membuahkan kenangan yang tak terlupakan.

Nah, simpan baik-baik artikel, siapa tahu dalam waktu dekat Anda berencana melangsungkan pernikahan. Akhirnya, “Selamat menempuh hidup baru” ya. Sukses untuk Anda.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Wedding Terbaru