Loading
Trinity Youth Symphony (TRUST) Orchestra Indonesia, 31 Juli 2019, di Wina Austria. (Foto: Istimewa)
Oleh: Avanti Fontana
MEMASUKI kampus Universitas Musik dan Seni Pertunjukan di Wina Austria kita bisa melihat ruang-ruang pengembangan dan pembinaan talenta musik dan seni pertunjukan yang kondusif. Trinity Youth Symphony (TRUST) Orchestra Indonesia berkesempatan, bersama dengan peserta orkestra lainnya, untuk mengikuti Workshop dan Masterclass Orkestra sebagai salah satu mata acara World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019.
Sekitar jam 11 tanggal 2 Agustus, di tengah sejuknya Kota Wina hari itu, 60 peserta TRUST dipimpin Nathania Karina (pengaba dan direktur musik) mengikuti Workshop dan Masterclass dengan Prof Werner Hackl di salah satu kampus terbaik dunia untuk Musik dan Seni Pertunjukan (MSP). Peserta/Orkester TRUST berusia 10-25 Tahun dengan pimpinan Dr. Nathania Karina.
Festival terdiri dari Exhibition, Workshop/MasterClass Orkestra, dan Kompetisi yang bertempat di panggung City Hall, Musikvierin, Universitas Musik dan Seni Pertunjukan, dan MuTh (Vienna Boys’ Choir Concert Hall). Semua berlokasi di Kota Wina. Peserta Festival ada 29 Tim Peserta dari delapan negara.
TRUST membawakan musik lagu daerah Indonesia sekaligus menunjukkan keberagaman Indonesia, dari ujung Barat sampai Timur: Bungong Jeumpa dan Tari Salman, The North Sumatra, Cublak dan Manuk Dadali, Janger dan Kecak, Rasa Sayange.
Lokasi pentas ada di panggung-panggung kelas dunia dengan ekosistem yang kondusif yang memungkinkan optimalisasi ekspresi bunyi dan pertunjukan.
TRUST Orchestra Indonesia berhasil memperoleh GOLD Award dalam kompetisi World Orchestra Festival 2019 ini, yang secara khusus menampilkan tembang North Sumatra (arr. Samuel Huang dan Nathania Karina) dan Janger (arr. Ivan Tangkulung).
Semoga peristiwa dan momentum apresiasi talenta musik dan seni pertunjukan semakin tumbuh kembang bak jamur di musim hujan, dengan meritokrasi yang memadai. Memberi apresiasi pada semua kontributor dalam orkestra pada saat yang tepat. Kepemimpinan menjadi faktor utama untuk memfasilitasi proses apresiasi baik pada saat latihan maupun saat pentas.
Ekosistem musik dan seni pertunjukkan (MSP) menjadi satu hal yang krusial sebagai konteks tumbuh kembang talenta MSP. Universitas MSP menjadi kebutuhan untuk pengembangan talenta MSP secara khusus.
Penulis adalah Peneliti Manajemen Inovasi & Talenta Makro.