Loading
Pemuka Adat pastikan kawasan Baduy terbebas kampanye Pemilu. (Aktual)
LEBAK, ARAHKITA.COM - Pemuka adat yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Saija mengatakan kawasan hak tanah ulayat Baduy terbebas dari kampanye pemilihan umum (Pemilu), karena khawatir mengundang perpecahan di kalangan masyarakat.
"Kami dari leluhur adat bahwa kawasan Baduy dilarang warga terjun politik praktis maupun dijadikan tempat kampanye," kata Saija saat ditemui di kediamannya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (26/2/2019).
Masyarakat Baduy yang tinggal di tanah hak ulayat seluas 5.100 hektare mendukung pesta demokrasi lima tahunan, dan tidak dilarang adat. Pemilihan calon presiden hingga bupati dan wakil rakyat, tentu masyarakat Baduy ikut berpartisipasi menggunakan hak suara.
Penggunaan hak suara diwajibkan dan sudah berlangsung sejak zaman orde baru. Namun, kawasan permukiman Baduy terbebas dari kampanye maupun politik praktis.
Karena itu, masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam tidak ditemukan warganya mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.
"Semua warga Baduy itu berkomitmen mengikuti kepada pemimpin yang menang atau lunang," tuturnya, menjelaskan sebagaimana diberitakan Antara.
Menurut dia, larangan masyarakat Baduy dijadikan kampanye maupun terjun politik praktis, karena dapat menimbulkan perpecahan. Larangan itu, kata dia, berdasarkan ajaran leluhur nenek moyang yang harus dipatuhi.
Masyarakat Baduy sangat mencintai kedamaian, ketenteraman dan kenyamanan. "Kita berharap pemilu 17 April 2019 berlangsung damai tanpa terjadi konflik perpecahan," ucapnya, berharap.
Tokoh Baduy, Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra, mengharapkan pelaksanaan pemilu bisa berjalan damai dan kondusif. "Kita berharap jangan sampai pemilu itu menimbulkan konflik antarpendukung maupun simpatisan calon presiden," tambahnya.Ia berharap masyarakat Kabupaten Lebak lebih mengutamakan kedamaian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan pesta demokrasi itu dijadikan sebagai momentum penguatan persatuan dan kesatuan bangsa.
Masyarakat Baduy yang berpenduduk 11.600 jiwa, tentu mendukung pemilu damai dan aman. Apalagi kehidupan manusia memiliki peradaban sehingga harus terwujud kedamaian, kerukunan, dan harmonisasi antar-umat beragama.
"Kami berharap masyarakat bisa bersatu dengan menciptakan kedamaian itu," imbuhnya.