Loading
Arsip foto - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menyelesaikan pembuatan mural sambut KTT ASEAN di Jakarta Timur, Jumat (25/8/2023). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz/aa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indonesia mendorong percepatan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara atau Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ASEAN sebagai langkah memperkuat stabilitas kawasan di tengah situasi geopolitik global yang semakin dinamis.
Dorongan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) yang berlangsung di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).
Dalam forum tersebut, Sugiono menekankan pentingnya ASEAN menjaga kekompakan internal sekaligus memperluas kerja sama eksternal yang lebih berdampak. Menurutnya, kondisi dunia yang penuh ketidakpastian justru membuat ASEAN semakin dipandang sebagai kawasan yang stabil dan dapat dipercaya.
“Di dunia yang semakin bergejolak, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Ia menilai meningkatnya jumlah negara yang bergabung dalam TAC menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap ASEAN. Karena itu, Indonesia mendorong agar proses aksesi TAC dapat dipercepat.
Sugiono menjelaskan, TAC bukan sekadar simbol diplomasi regional, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai negara dalam kepentingan bersama, mulai dari keamanan, stabilitas, hingga pembangunan kawasan.
Menurutnya, pendekatan inklusif yang selama ini dijalankan ASEAN harus terus dipertahankan agar keterlibatan negara-negara mitra tetap konstruktif dan saling menguntungkan.
Selain membahas TAC, Indonesia juga menyoroti pentingnya penguatan ASEAN Regional Forum (ARF). Dalam kesempatan itu, Sugiono meminta ASEAN memiliki pendekatan yang lebih visioner terkait moratorium mitra dialog.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya kepada Turkey untuk menjadi mitra dialog penuh ASEAN.
Tahun ini menjadi momentum penting bagi ASEAN karena organisasi kawasan Asia Tenggara tersebut memperingati 50 tahun TAC. Selama lima dekade, perjanjian tersebut dinilai berhasil menjaga perdamaian, stabilitas, dan kerja sama regional.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 57 negara yang menandatangani TAC ASEAN. Dua negara terbaru yang bergabung pada 2025 adalah Algeria dan Uruguay dikutip Antara.
Sementara itu, Philippines menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2026 dengan mengusung tema “Navigating Our Future, Together” atau “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”.
Menjelang pelaksanaan KTT ASEAN ke-48 pada Jumat (8/5), sejumlah pertemuan tingkat menteri lebih dahulu digelar, termasuk
Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) dan Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC).