Loading
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Isu yang menyebut Indonesia akan mengalami chaos atau kekacauan dalam waktu dekat ditepis langsung oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Ia menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurut Teddy, situasi nasional saat ini justru berada dalam kondisi yang aman dan terkendali. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
“Beberapa waktu lalu memang sempat beredar isu bahwa Indonesia akan chaos. Saya perlu meluruskan, itu narasi yang keliru. Tidak ada chaos. Kondisi kita tetap terkendali,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Baca juga:
Seskab Teddy Jelaskan Alasan Prabowo Absen dari KTT G20, Gibran Ditunjuk Jadi Wakil IndonesiaDi tengah tekanan global yang meningkat, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi dunia, pemerintah menilai Indonesia masih mampu menjaga stabilitas.
Salah satu indikatornya adalah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Padahal, banyak negara lain tengah menghadapi lonjakan harga energi dan keterbatasan pasokan.
Baca juga:
Prabowo Hadiri Jamuan Kenegaraan di Istana Elysee, Macron Sambut Hangat Delegasi Indonesia“Di saat banyak negara menaikkan harga BBM dan mengalami kesulitan pasokan, Indonesia justru tetap menjaga harga BBM subsidi. Ini bukti konkret bahwa kondisi kita stabil,” jelas Teddy dikutip Antara.
Selain itu, pemerintah juga mencatat bahwa daya beli masyarakat masih terjaga dan menunjukkan tren yang cukup optimistis. Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Tak hanya dari sisi ekonomi, stabilitas juga terlihat dari situasi sosial. Pelaksanaan dua periode Lebaran di masa pemerintahan Presiden Prabowo disebut berjalan aman dan lancar, tanpa gangguan berarti.
Teddy pun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap kondisi nasional yang saat ini dinilai tetap aman dan kondusif.
“Jangan mudah terpengaruh narasi yang tidak berdasar. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.