Loading
Presiden Prabowo Subianto tiba di tanah air usai merampungkan rangkaian kunjungan ke tiga negara di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat_kabinet/am.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan kerja ke luar negeri bukan sekadar agenda diplomasi biasa. Di balik setiap perjalanan, ada misi besar: menjaga kepentingan rakyat Indonesia, terutama dalam mempertahankan dan membuka lapangan kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam unggahan resmi akun Instagram Kementerian Sekretariat Negara (@kemensetneg.ri), Kamis (26/3/2026). Dengan gaya santai, ia menegaskan bahwa lawatan internasional yang dilakukan memiliki tujuan strategis.
“Saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” ujarnya.
Baca juga:
Negara Hadir! Sepanjang 2025, Indonesia Berhasil Selamatkan 27 Ribu Lebih WNI dari Situasi KrisisMenurut Prabowo, meski para menteri telah bekerja maksimal di bidang masing-masing, ada momen tertentu yang menuntut kehadiran langsung seorang kepala negara. Terutama dalam proses negosiasi penting yang membutuhkan keputusan di tingkat tertinggi.
Ia menilai, diplomasi tidak cukup hanya dilakukan di level teknis. Dalam banyak kasus, keberhasilan kerja sama internasional justru ditentukan oleh komunikasi langsung antar pemimpin negara.
“Kalau saya tidak lobi, tentu menteri-menteri yang bekerja. Tapi di ujungnya saya harus datang. Ada hal-hal penting yang harus deal langsung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti pentingnya membangun posisi tawar Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompetitif. Ia menekankan bahwa hubungan antarnegara harus didasarkan pada kekuatan dan kepentingan nasional yang jelas.
Baca juga:
Presiden Prabowo Dengar Langsung Curhatan Pengungsi Kutacane, Janji Tindaklanjuti Masalah Banjir“Dalam setiap hubungan harus ada posisi tawar, harus dari posisi kuat. Itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” tambahnya dikutip Antara.
Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali melakukan kunjungan luar negeri. Kementerian Luar Negeri RI tengah mempersiapkan agenda lawatan ke Jepang pada 29–31 Maret 2026 dan Korea Selatan pada 31 Maret hingga 2 April 2026.
Di Jepang, Prabowo akan menghadiri jamuan makan siang kenegaraan bersama Kaisar Jepang serta melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.
Sementara di Korea Selatan, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung. Pertemuan tersebut akan membahas berbagai peluang kerja sama di sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, industri pertahanan, kecerdasan buatan, hingga energi dan infrastruktur.
Tak hanya itu, kedua negara juga akan membicarakan penguatan hubungan ASEAN dengan Korea Selatan, serta isu-isu global yang tengah berkembang.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperkuat posisi di panggung internasional, sekaligus memastikan bahwa setiap kerja sama yang terjalin benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.