KSAD Targetkan Pembangunan 6.382 Jembatan di Indonesia Sepanjang 2026


 KSAD Targetkan Pembangunan 6.382 Jembatan di Indonesia Sepanjang 2026 Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kanan) saat berkunjung ke salah satu panti asuhan di Kota Kupang. (Antara)

KUPANG, ARAHKITA.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa TNI AD menargetkan pembangunan sekitar 6.382 jembatan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2026, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut disampaikan Maruli kepada awak media usai menghadiri perayaan Natal Nasional TNI AD yang digelar secara serentak di Kupang, Senin (12/1/2026).

“Jumlah itu mencakup seluruh Indonesia dan termasuk wilayah NTT,” ujar Maruli.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari program TNI AD dalam membantu pemerintah dan masyarakat, yang hingga kini masih terus berjalan. TNI AD, kata dia, mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan serta renovasi jembatan, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.

“Saat ini kami mendapat tugas untuk membangun jembatan yang belum ada, sekaligus memperbaiki jembatan yang kondisinya sudah tidak layak,” jelasnya.

Maruli optimistis persoalan jembatan sederhana di Tanah Air dapat dituntaskan dalam waktu relatif singkat. Ia menargetkan penyelesaian dalam kurun satu setengah tahun ke depan.

“Mudah-mudahan dalam satu setengah tahun, masalah jembatan yang sifatnya sederhana bisa diselesaikan di seluruh Indonesia,” kata KSAD seperti dikutip dari Antara.

Untuk mengejar target tersebut, TNI AD menetapkan sasaran pembangunan 10 hingga 15 jembatan per bulan di setiap Komando Resort Militer (Korem). Guna mendukung percepatan, TNI AD juga akan membentuk banyak tim teknis di lapangan.

Ia pun mendorong pemerintah daerah, khususnya kabupaten dan kota, agar ikut bersinergi dengan menyiapkan tim pendamping guna memperlancar proses pembangunan.

“Kalau pemerintah kabupaten punya tim, kami harapkan bisa membantu bersama-sama di lapangan,” ujarnya.

Adapun jenis jembatan yang akan dibangun bervariasi, mulai dari jembatan gantung, jembatan ambo, hingga jembatan belli, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Maruli juga mengingatkan seluruh prajurit TNI AD, terutama yang bertugas di NTT, agar menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab.

“Ini momentum yang sangat bagus. Presiden sudah menekankan agar persoalan jembatan dan pendidikan segera diselesaikan. Sekarang juga sedang diresmikan sekolah rakyat, termasuk di NTT, dan Universitas Pertahanan sudah dibangun,” ungkapnya.

Karena itu, KSAD berharap seluruh prajurit mendukung kebijakan nasional tersebut, sementara masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendorong perubahan dan pembangunan di daerah, khususnya NTT.

Selain pembangunan jembatan, Maruli menambahkan bahwa program sumur bor juga tetap berjalan sepanjang 2026. Namun, ia belum merinci jumlah sumur bor yang akan dibangun di wilayah NTT tahun ini.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru