Loading
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua MPR China atau Chinese People's Political Consultative Conference Wang Huning (kiri) saat menerima kunjungan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/12/20. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz/pri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) China, Wang Huning, di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk mempertegas arah kerja sama ke depan. Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, memastikan bahwa diskusi berlangsung hangat dan fokus pada penguatan hubungan bilateral yang selama ini berjalan positif.
Arrmanatha menjelaskan bahwa baik Indonesia maupun China menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus memperdalam kemitraan strategis yang sudah terbangun. “Keduanya membahas kerja sama bilateral yang sudah sangat baik. Baik Presiden maupun Ketua Parlemen China menekankan kembali komitmen untuk terus meningkatkan hubungan,” ujar Arrmanatha di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, pertemuan itu tidak melahirkan perjanjian baru, melainkan menjadi ruang untuk menegaskan kesinambungan agenda bersama. “Fokusnya lebih pada penguatan komitmen yang sudah ada,” tambahnya.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaKunjungan Wang Huning juga memiliki dimensi diplomasi yang lebih luas. Selain bertemu Presiden Prabowo, ia dijadwalkan menyambangi kompleks parlemen di Senayan untuk bertemu pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI. Pertemuan lintas lembaga legislatif ini diharapkan membuka dialog strategis mengenai berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari diplomasi parlemen, kerja sama ekonomi dan sosial budaya, hingga isu-isu kawasan yang menjadi kepentingan bersama dikutip Antara.
Langkah ini menegaskan bahwa Indonesia dan China sama-sama melihat pentingnya membangun kemitraan masa depan yang saling menguntungkan, sejalan dengan visi stabilitas kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua negara.