Selasa, 27 Januari 2026

Hati-Hati Pola Asuh bisa Jadi Penyebab Sindrom Cinderella Complex


 Hati-Hati Pola Asuh bisa Jadi Penyebab Sindrom Cinderella Complex Ilustrasi Pola Asuh. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pernah mendengar sindrom Cinderella Complex? Sindrom ini bukan ditujukan untuk anak-anak yang mengidolakan tokoh Princess Disney secara berlebihan. Ini adalah sindrom psikologis yang kerap menyerang perempuan.

Meski tak terlalu berkaitan dengan tokoh drama Cinderella, namun sindrom ini seperti dilansir laman Sangbuahhati, merujuk pada sikap perempuan yang takut menjadi mandiri.

Mereka merasa, kemapanan dan kebahagiaan hidup bergantung pada pria yang akan menjadi pasangannya kelak. Persis seperti Princess Cinderella yang mendamba seorang pangeran untuk mengubah hidupnya yang sengsara menjadi bahagia.

Apa itu Sindrom Cinderella Complex?Istilah Cinderella Complex pertama kali muncul dan diperkenalkan oleh penulis sekaligus terapis bernama Colette Dowling pada 1981 melalui bukunya yang berjudul The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence.

Dalam buku tersebut, Colette menjelaskan sindrom Cinderella merupakan sebuah kondisi ketika seorang perempuan tidak diajarkan untuk menghadapi ketakutan dan masalahnya sendiri. Hal tersebut membuat perempuan cenderung bergantung pada orang yang lebih kuat dari dirinya. Dalam hal ini biasanya bergantung pada pria.

Sindrom Cinderella membuat perempuan berpikir bahwa ketika mereka menghadapi kesulitan apapun, akan ada seorang laki-laki baik hati yang datang bak pangeran yang akan membantunya.

Sindrom Cinderella biasanya terbentuk dari pola asuh orangtua yang salah, di mana orangtua terlalu overprotektif kepada anak perempuannya. Hal ini membuat anak sulit memecahkan permasalahan mereka sendiri dan bergantung pada apa yang didikte oleh kedua orangtuanya.

Si kecil menjadi lebih sulit dalam membentuk kemandirian dan ketrampilan hidup. Sementara itu, biasanya, anak laki-laki malah dididik menjadi pribadi yang lebih bebas dan tidak bergantung dengan pada orang lain.

Ketika si anak perempuan bertumbuh dewasa, ia akan mencari perlindungan baru dari sosok laki-laki di sekitarnya. Salah satunya adalah pasangannya.

Selain itu, stereotip yang sudah lama berkembang terhadap perempuan juga menjadi penyebab sindrom Cinderella Complex. Perempuan digambarkan sebagai pihak yang menerima, pasrah dan rapuh, sedangkan laki-laki dianggap sebagai pihak yang kuat, tegas, dan mandiri.

Gejaja Sindrom Cinderella Complex

  • Suka memberikan banyak pengorbanan agar merasa aman.
  • Kesulitan mengambil keputusan dan selalu membutuhkan pendapat dari orang lain.
  • Mudah merasa kecewa jika tidak diperlakukan sesuai dengan keinginannya.
  • Cenderung menerima semua keputusan yang diambil orang lain.
  • Percaya bahwa selalu ada orang yang menyelamatkannya dari masalah.
  • Kehilangan rasa percaya diri saat tidak bersama pasangan.
  • Memiliki rasa ketergantungan yang konstan dan tingkat percaya diri yang rendah.
  • Takut meninggalkan zona nyaman dan mengidealkan pasangan.

Tips Jauhkan Anak Perempuan dari Sindrom Cinderella ComplexCara yang tepat agar anak terhindar dari sindrom Cinderella Complex ialah dengan mengubah pola asuh yang dilakukan. Tanamkan pada si kecil rasa berdaya dan mau bergantung pada diri sendiri. Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa mencoba melakukan beberapa tips berikut:

  • Memberi afirmasi pada si kecil untuk bisa mengambil keputusan besar sendiri.
  • Ajak anak untuk berusaha terbuka dan berbicara tentang keinginannya.
  • Tingkatkan self-esteem pada diri anak dengan membebaskannya memilih apa yang dia mau.
  • Bebaskan ia dalam memilih apapun, mulai dari keputusan terkecil hingga terbesar dalam hidupnya.
  • Tumbuhkan rasa percaya diri anak dengan memberikan kepercayaan pada anak.
Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Parenting Terbaru