Loading
Ilustrasi: Bonding merupakan ikatan emosional yang intens antara ibu dan anak, bahkan sejak dalam kandungan. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Bonding merupakan ikatan emosional yang intens antara ibu dan anak, bahkan sejak dalam kandungan. Bonding memiliki peran penting yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Ikatan yang kuat dari ibu membuat anak merasa aman, nyaman, mampu meningkatkan kepercayaan diri dan membangun identitas positif.
Namun di masa kini, terutama di kota besar, Ibu kerap menghadapi situasi yang mungkin tidak nyaman, sehingga membuat bonding dengan anak menjadi sangat berkurang. Padahal Ibu memiliki multi peran yang tak ternilai dalam menjaga keutuhan keluarga - baik sebagai ibu rumah tangga maupun ibu bekerja. Emosi yang muncul dari Ibu oleh berbagai faktor, tanpa disadari dapat menular pada anak dan berdampak negatif pada pola asuh, pemenuhan kebutuhan anak, dan pembentukan kelekatan emosional antara ibu dan anak.
Orissa Rinjani, Educational Psychologist mengatakan bahwa ada tantangan tersendiri ketika seorang Ibu memilih bekerja. “Data menunjukkan, meski keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan meningkat, ibu tetap memegang porsi dan peranan yang lebih besar terkait kebutuhan anak dan domestik. Oleh sebab itu, penting bagi para ibu modern untuk menyadari dan menerima: tidak bisa semua yang kita harapkan sempurna di waktu bersamaan. Di waktu tertentu, anak menjadi prioritas, di waktu lain, pekerjaanlah yang jadi prioritasnya,” ungkapnya dalam rilis yang diterima media ini.
Lalu seberapa penting sentuhan ibu bagi anak? Berikut beberapa tips bonding melalui skin-to-skin contact antara ibu dan anak sebagai pedoman para ibu modern zaman now:
Menyusui adalah cara paling efektif lain untuk menjalin ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak setelah persalinan. Apalagi bila itu dilakukan sambil memeluk, mengelus, dan bersenandung. Bersenandung bisa menjadi cara supaya anak mengenali suara ibu. Lakukan sambil menatap mata bayi dengan limpahan kasih sayang.
“Sentuhan positif dari orang-orang terkasih, seperti menepuk, membelai, berpegangan tangan, menggelitik, memeluk, mencium dan membimbing anak secara fisik, terbukti dapat meningkatkan keintiman dan kedekatan psikologis dan fisik antar individu,” tutup Orissa.
Jadikan momen ini sebagai a touch to remember dan tak tergantikan bagi anak. Kehangatan ini dapat menjadi fondasi rasa aman, percaya diri, dan warisan untuk anak di masa depan.