5 Hal yang Membesarkan Hati Sang Anak


 5 Hal yang Membesarkan Hati Sang Anak Menyediakan waktu beraktivitas bersama anak. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perhatian dan kasih sayang orangtua, sangat mempengaruhi pertumbuhan jiwa dan karakter anak. Bagaimana ia menjadi pribadi yang baik, tangguh, sopan, dan sebagainya, tergantung cara orangtua membesarkannya. Dalam pergaulannya pun, dipengaruhi oleh lingkungan keluarga yang membesarkannya. Apakah dia menjadi anak yang minder atau aktif, bergantung pula dari bagaimana ia mendapatkan perlakuan di rumah, tempat ia tinggal atau berinteraksi setiap hari. Beberapa hal ini adalah sikap sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk membesarkan hatinya.

1. Ucapkan kata-kata sayang

Jangan malu mengatakan “Aku menyayangimu” pada anak-anak Anda (dan pasangan Anda). Katakan “Aku menyayangimu” dan “Aku bangga padamu” setidaknya seratus kali dalam sehari. Katakan sampai mereka bosan mendengarnya, lalu katakan sekali lagi hanya untuk meyakinkan. Katakan pada mereka bahwa Anda bangga pada mereka. Tak ada yang aku miliki lebih penting daripada dirimu.

Terlebih lagi, bila orangtua bijak mencari kesempatan memberikan komentar atas keberhasilan dan kelebihan anak-anak Anda. Pujilah mereka. Jangan memberikan pujian yang tidak tulus atau terlalu umum, tapi berikan pujian yang tepat. “Aku suka warna-warna dalam gambarmu” “Aku kagum seberapa keras kamu mengerjakan proyekmu” “Terima kasih karena kamu sudah bermurah hati pada saudaramu” Jangan mengeluh tentang mereka di depan mumu—sekalipun. Terutama di depan teman-temannya. Jika Anda mengkritik anak-anak Anda, lakukan secara pribadi dan dengan hormat. Tapi tentu saja, pujilah mereka di depan umum, selama Anda melakukannya agar anak-anak Anda terlihat baik, bukan Anda sendiri (anak Anda tahu perbedannya).

2. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda mencintai mereka

Sentuhan akan membuat orang-orang bertumbuh. Bermurahhatilah dalam menunjukkan kasih sayang secara fisik pada anak-anak Anda.

Peluk, cium, dan dekaplah anak-anak Anda, Anda para ayah pun perlu melakukan hal ini. Pertama, ketika ayah penuh kasih sayang, anak perempuan Anda akan tahu apa yang mereka harus cari dari seorang pria; dan kedua, ayah meneladan kepada anak laki-laki Anda seperti apa seharusnya menjadi seorang pria. Tentu, ibu harus penuh kasih sayang juga, dan memberi kasih sayang biasanya lebih mudah dilakukan oleh para ibu.

Selain menunjukkan kasih sayang secara fisik, kedua orangtua harus bertanya pada diri mereka sendiri. “Hal kecil apa yang bisa aku lakukan hari ini sebagai bentuk pemberian diriku untuk anak-anakku, yang lebih banyak dari sebelumnya?” (Tentunya anak-anak harus diajarkan mengajukan pertanyaan yang sama pada diri mereka sendiri, yaitu apa yang bisa aku berikan pada orangtuaku, sebagai bentuk pemberian diriku untuk mereka, yang lebih banyak dari sebelumnya?—cinta yang sesungguhnya itu timbal balik).

Ingat: untuk anak Anda, lima menit ekstra bermain atau duduk dan bicara dengan Anda berharga jutaan kali lebih banyak dibandingkan semua mainan dan pernak-pernik yang Anda berikan. Teladan cinta Anda akan mengajarkan mereka untuk mencari manusia, bukan barang, saat mereka membutuhkan bantuan atau hiburan. Dan kasih sayang Anda akan membantu mereka lebih siap mengalami sendiri kekuatan cinta Allah untuk mereka.

3. Tepati Janji-janji Anda

Mengatakan “Aku mencintamu” adalah satu hal. Mencontohkan moto “Kamu bisa mengandalkanku” adalah hal lain. Jika Anda berkata Anda akan hadir, hadirlah. Jika Anda membuat suatu batasan, pegang batasan itu. Jika Anda menjanjikan sebuah kejutan, penuhi janji Anda itu. Jika Anda bilang Anda akan melakukannya, maka lakukanlah.

Jika ada hal-hal yang tidak bisa dihindari yang menghalangi Anda dalam menepati janji Anda, maka buatlah waktu khusus untuk menjadwalkan kembali janji tersebut dan memenuhi komitmen Anda. Jangan biarkan apa pun menghalangi Anda dan janji Anda.

4. Bermain bersama

Membuat waktu untuk bersenang-senang bersama. Pentingnya bermain bagi orang dewasa dan anak-anak dalam sebuah keluarga bukan sesuatu yang dilebih-lebihkan. Tingkatkan kemampuan Anda untuk menoleransi kekonyolan. Bersikap sabarlah pada anak-anak Anda. Ajari anak-anak untuk melakukan permainan Anda. Ceritakan lelucon saat makan malam. Saling menggelitik. Cadangkan setidaknya satu hari dalam minggu untuk bersenang-senang sekeluarga.

Lebih baik pula bila Anda dan pasangan bergantian memberi waktu pribadi untuk setiap anak-anak Anda. Hal ini adalah bagian penting dari mengasuh anak dengan mempersembahkan diri. Berinvestasilah dalam relasi Anda dengan setiap anak. Memberikan setiap anak lelaki atau perempuan waktu khusus hanya dengan Anda. Gunakan kesempatan ini untuk benar-benar mendengarkan anak Anda. Pelajarilah pikiran, kesukaan, dan pergumulannya. Meluangkan waktu untuk mendengarkan dan bermain bersama adalah salah satu cara terbaik yang kami ketahui untuk membangun relasi dengan anak-anak yang membuat mereka mau mendengarkan Anda.

5. Bekerja Bersama

Tentunya kegiatan keluarga yang membangun relasi tidak selalu harus dipenuhi perasaan sentimental dan ledakan kegembiraan. Ajaklah atau wajibkan anak-anak untuk bekerja sama dengan Anda sewaktu Anda menyelesaikan pekerjaan rumah atau proyek-proyek khusus. Ini tak hanya akan membangun kompetensi mereka, tapi juga membuat mereka tahu bahwa Anda menghargai bantuan mereka. Yang terpenting, hal ini membuat mereka merasa seperti bagian yang berharga dari keluarga (walau kadang mereka mau atau tidak). Dan tentunya, anak-anak kecil merasa bangga saat mereka dapat melakukan pekerjaan orang dewasa, saat mereka membantu ibu dan ayah.

Demikian beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan bersama buah hati tercinta. Semakin Anda memperlihatkan kepedulian dan kasih sayang kepada mereka, semakin mereka merasa nyaman dan lebih aktif dalam bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Parenting Terbaru