Selasa, 27 Januari 2026

Strategi Bunda Lindungi Keluarga Pasca Lebaran


 Strategi Bunda Lindungi Keluarga Pasca Lebaran Keluarga Andre Taulany merayakan Lebaran (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Masih dalam suasana Lebaran, kegiatan silaturahmi dalam keluarga pasti masih berlangsung. Meski masih dalam pelaksanaaan kebijakan Pemerintah soal pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), toh tidak menghindari kekhusyukan acara saling bermaafan dalam keluarga, maupun keluarga besar.

Nah, yang paling menyenangkan adalah menikmati sajian menu Lebaran, ketupat sayur, opor ayam, sambal goreng ati, lodeh, rendang, dan rangkaian makanan yang pasti mengundang selera. Belum lagi aneka makanan kecil yang menggoda untuk dicicipi. Kalau sudah puas menikmati lezatnya makanan di perayaan hari besar, teringat akan kondisi tubuh yang tidak lagi perlu 'rehat' sejenak dari sajian yang bisa saja menimbulkan kecemasan bagi kesehatan anggota keluarga. Disinilah peran bunda, sebagai Ratu Rumah Tangga, melindungi para anggota keluarga selama dan pasca perayaan Lebaran.

Salah satunya ancaman diabetes. Diabetes merupakan penyakit metabolik yang diakibatkan oleh peningkatan kadar glukosa atau gula darah. Gula darah yang naik ini dapat disebabkan oleh gangguan produksi atau kurangnya responsif sel-sel tubuh terhadap insulin yang merupakan hormon pengatur gula darah. Padahal gula darah sangat penting untuk kesehatan karena berguna sebagai sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan.

Berikut beberapa jenis makanan yang harus bunda waspadai, bahkan harus berani mengatakan berhenti, jika jenis sajian ini digemari para anggota keluarga untuk menyantapnya. Kue Kering

Kue nastar, putri salju, cookies, dan jenis kue lainnya saat lebaran pasti tersedia pada meja tamu. Aneka kue lebaran ini terbuat dari telur, tepung, gula, hingga tambahan pemanis lainnya seperti cokelat. Bahan-bahan inilah yang membuat kue memiliki kalori, lemak, karbohidrat, dan protein dan jika dikonsumsi secara terus menerus, maka kadarnya akan ikut bertambah. Inilah yang berbahaya karena dapat menyebabkan diabetes.

Minuman Manis

Silaturahmi siang hari pasti terasa segar jika disajikan berbagai minuman dingin seperti es teler, es campur, minuman, bersoda, dan sirup. Tetapi dibalik kesegarannya, minuman manis tersebut memiliki kadar kalori, lemak, karbohidrat, dan protein yang tinggi. Tentu ini tidak baik bagi penderita diabetes, sehingga perlu dibatasi.

Makanan Bersantan

Rata-rata makanan khas Idulfitri mengandung santan seperti opor, gulai, rendang, dan lodeh. Memang semuanya akan terasa nikmat di mulut Anda. Namun jenis makanan ini mengandung lemak jenuh yang tinggi sekitar 21 gram untuk 100 gram santan. Sehingga tidak hanya menimbulkan diabetes tetapi juga kolesterol. Belum lagi jika makanan bersantan dipanaskan berkali-kali hingga kadar lemak jahat semakin bertambah.

Cara mengatasi diabetes pasca lebaran

Melihat kondisi sekarang di tengah penyebaran COVID-19, penderita diabetes perlu mengatasi lonjakan gula darah setelah lebaran. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol kadar gula darah setelah lebaran:1. Mengonsumsi serat

Serat berperan penting dalam manajemen gula darah. Sebab serat dapat memperlambat laju karbohidrat yang rusak dan kecepatan tubuh dalam menyerap gula yang dihasilkan. Pilih makanan dengan kandungan serat larut seperti sayuran, biji-bijian, dan buah.

2. Mengontrol porsi makanan

Penderita diabetes perlu mengikuti pedoman porsi makanan yang dianjurkan oleh ahli gizi. Sebab jika tidak ditakar, makanan yang berlebih akan menyebabkan lonjakan gula darah. Hindari juga mengonsumsi makanan yang memang pantang bagi penderita diabetes.

3. Banyak minm air putih

Tubuh manusia memerlukan cairan dalam kadar yang sama setiap harinya. Dengan memenuhi cairan, akan mencegah dehidrasi dan membantu kinerja ginjal untuk mengeluarkan gula tambahan dari tubuh melalui urin. Untuk itu penderita diabetes perlu banyak minum air putih, bahkan setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis.

4. Mengonsumsi Diabetasol

Mengonsumsi Diabetasol secara rutin memang terbukti dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Sebab Diabetasol mengandung VitaDigest Pro yang membantu menstabilkan kadar gula dalam darah. Bahkan Diabetasol dapat digunakan sebagai nutrisi pengganti makanan karena mengandung serat yang tinggi. Anda bisa mendapatkan Diabetasol dengan mudah di sini.5. Tidur yang cukup

Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh untuk mengurangi jumlah gula dalam darah. Sehingga Anda perlu memanfaatkan tidur pada malam hari dengan sebaik mungkin. Perlu Anda tahu, kadar gula darah cenderung meningkat pada dini hari. Maka jika kurang tidur, akan memberi efek yang menyerupai resistensi insulin sehingga kadar gula darah dapat melonjak.

Mari bunda, lindungi keluarga dengan melakukan langkah-langkah di atas untuk mengatasi diabetes setelah lebaran di masa pandemik ini.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Parenting Terbaru