Ingin Anak Semakin Percaya Diri? Ajak Masak Bersama


 Ingin Anak Semakin Percaya Diri? Ajak Masak Bersama Manfaat memasak bersama buah hati (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kebersamaan bersama sang buah hati, tidak melulu dilakukan di luar rumah. Aktivitas dalam rumah pun, dianggap efektif dalam memaksimalkan saat-saat mendampingi si kecil. Terutama aktivitas memasak.

Beragam manfaat dari kegiatan ini, sangat berguna bagi perkembangan karakter baik motorik maupun phisik sang anak. Salah satunya, bagaimana kebersamaan meracik makanan, bisa menumbuhkan rasa percaya diri sang anak. Disamping rangkaian manfaat lainnya.

1. Menambag wawasan baru bagi anakmemasak dapat membantu anak tertarik mencoba makanan baru. Kegiatan ini merangsang sang buah hati untuk mengeksplorasi makanan menggunakan indera lainnya, misalnya indera penciuman dan indera peraba. Tak perlu masak menu yang ribet, aktivitas sederhana dan menyenangkan seperti menguleni adonan, membilas sayuran, atau merobek-robek daun, bisa jadi pilihan.

2. Membangun kemampuan dasar sang buah hatiDengan memasak bersama anak, Anda bisa melatih kemampuan dasarnya seperti menghitung, membaca, atau mengukur. Ya, ketika memasak ada berbagai aktivitas yang dapat melatih itu semua. Contohnya, menghitung jumlah telur, menuang air hingga sampai setinggi garis 250 ml, membaca jam sudah berapa lama adonan dipanggang. Bukan hanya itu, saat Anda melibatkannya untuk membaca resep juga bisa meningkatkan kemampuan membacanya. Jika anak masih belum bisa membaca, melihat resep bisa menjadi ajang perkenalan kosakata baru yang sekaligus bisa langsung dipraktikkan. Ketika Anda melibatkan anak dalam memasak, mereka akan terpacu untuk berpikir aktif saat melakukan tugas. Memasak bisa menjadi cara belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan karena harus duduk diam membaca buku di meja belajarnya.

3. Meningkatkan rasa percaya diriMemasak bersama anak juga bisa membuat kepercayaan dirinya meningkat. Karena di usia tersebut anak-anak cenderung memamerkan dan memperlihatkan kemampuan mereka dengan orang lain. Bila ia berhasil memasak dan membuat suatu makanan bersama Anda, tentu rasa bangga dan percaya diri akan muncul. Makanan yang Anda masak bersamanya akan dicicipi oleh seluruh anggota keluarga, maka itu rasa bangga akan muncul. Jangan lupa juga untuk memberikan pujian padanya karena telah membantu dan membuat menu makanan yang enak untuk seluruh keluarga. Hal-hal kecil ini dapat menggugah rasa bangga anak terhadap dirinya sendiri, sehingga Ia merasa lebih percaya diri dengan kemampuannya karena telah berhasil melakukan suatu hal.

4. Ikatan dengan si kecil semakin kuatMemasak bersama memberikan waktu kepada orang tua dan anak untuk berbicara, berbagai pengalaman, serta pikiran. Memasak akan membentuk ikatan yang lebih kuat juga antara ibu dan anak karena kesempatan berkomunikasi sangat luas. Menurut Ross Bower, MD, seorang direktur medis di Weil Cornell Medical Center, komunikasi dengan anak bukan dimulai saat anak 17 tahun atau remaja, ini harus dimulai dari 3 tahun, sedini mungkin.

5. Melatih konsentrasi dan daya ingat Saat mulai memasak, anak belajar untuk mengikuti resep yang diberikan oleh ibu. Ketika kegiatan ini dilakukan secara rutin, lama-kelamaan anak akan mulai memasak tanpa panduan resep karena sudah hafal apa yang harus dilakukan.

6. Mengembangkan sensitivitas rasaAnak belajar berpendapat, apakah ia dapat mencium aroma bahan makanan yang masih segar, atau apakah masakannya sudah enak atau belum. Namun sensitivitas rasa tidak hanya berlaku saat anak mencicipi masakannya. Sensitivitasnya terhadap tekstur bahan makanan, juga akan berpengaruh saat ia mengerjakan tugas prakaryanya. Anak akan belajar lebih detail dan teliti.

7. Melatih anak membuat keputusanAnda bisa mengajak anak berdiskusi untuk menentukan makanan apa yang ingin dimasak. Kebiasaan ini akan membuat anak kelak terbiasa saat diminta membuat keputusan. Anak pun menjadi percaya diri untuk membuat keputusan-keputusan lain dalam hidupnya.

8. Meningkatkan tanggung jawabKarena harus berangkat kerja pada pagi hari, Anda bisa mengajak anak menyiapkan bekal sekolahnya sendiri. Ia bisa memilih menu makanan dan menyimpannya dalam kotak makanan sendiri, dan menghabiskannya.

9. Membiasakan pola makan sehatKetika anak dibiasakan makan makanan rumahan yang lebih sehat, ia tidak akan ragu mengonsumsi sayuran atau buah-buahan, jenis makanan yang cenderung dihindari anak. Ia juga akan berani menolak jajanan di luar yang kurang bergizi.

10. Melatih keterampilan motorik halus dan koordinasi tubuhMemasak juga melibatkan banyak anggota tubuh. Saat si Anak memasak berarti akan melatih koordinasi mata dan tangan. Contoh kegiatannya seperti memecahkan telur ke mangkuk, menabur topping di atas kue dan beragam hal lainnya saat ia bekerja di dalam dapur. Selain harus berkoordinasi dengan tubuh, keterampilan motorik halus si Anak juga bisa dilatih saat memasak. Jika dirinya melakukan kasalahan di dapur, jangan dimarahi ya Ma.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Parenting Terbaru