Senin, 09 Februari 2026

Nikita Willy Pilih Cara Bertahap Ajarkan Makna Puasa pada Anak


 Nikita Willy Pilih Cara Bertahap Ajarkan Makna Puasa pada Anak Aktris Nikita Willy (kanan) menyampaikan pandangannya dalam sesi diskusi pada acara Boostopia by Expert Boost. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menyambut bulan suci Ramadhan, aktris sekaligus ibu muda Nikita Willy memilih pendekatan lembut dan bertahap dalam mengenalkan makna puasa kepada anak-anaknya. Ia menekankan pentingnya kesadaran, tanpa paksaan, serta menyesuaikan dengan kesiapan fisik dan emosional anak.

Hal tersebut disampaikan Nikita saat menghadiri rangkaian acara Boostopia by Expert Boost, sebuah program edukatif berbasis experiential learning yang digagas Expert Boost by Tentang Anak untuk meningkatkan literasi nutrisi keluarga.

“Untuk sekarang aku belum mengajarkan puasa secara langsung. Aku lebih mengenalkan bahwa ini bulan Ramadhan, bulan yang suci, dan bagaimana sebagai muslim kita menjalaninya,” ujar Nikita Willy, Sabtu (7/2/2026).

Ibu dari Issa Xander Djokosoetono (3) dan Nael Idrissa (1) itu menjelaskan, pengenalan ibadah Ramadhan dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari di rumah. Anak diajak memahami nilai dan makna Ramadhan lewat contoh, bukan tuntutan.

“Semua aku lakukan bertahap, mengikuti usia dan perkembangan anak. Yang penting mereka mengenal dulu nilai-nilainya,” kata istri Indra Priawan tersebut.

Selain aspek spiritual, Nikita juga menaruh perhatian besar pada kesehatan dan pemenuhan nutrisi anak. Ia mengaku rutin berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan asupan gizi, terutama mikronutrien penting, tercukupi.

“Dokter anakku menyarankan suplementasi vitamin D karena sangat penting untuk kesehatan mata dan tulang anak,” ungkap Nikita.

Kesadaran itu semakin kuat setelah ia mengetahui fakta bahwa satu dari dua anak di Indonesia masih mengalami kekurangan mikronutrien. Kondisi tersebut mendorong Nikita untuk lebih teliti dalam membangun rutinitas nutrisi keluarga, terutama menjelang perubahan pola aktivitas selama Ramadhan.

“Aku harus memastikan nutrisi anak-anakku cukup, karena itu berpengaruh besar ke tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Dalam acara Boostopia by Expert Boost juga digelar diskusi interaktif bertajuk “Pahami Strategi Optimalkan Nutrisi Anak, Bekal Peace of Mind Orang Tua!”. Diskusi ini menyoroti peran nutrisi dalam mendukung pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh, hingga kesejahteraan emosional anak.

Dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH mengungkapkan bahwa mayoritas anak Indonesia masih mengalami kekurangan vitamin D, yang berhubungan langsung dengan imunitas dan pertumbuhan.

“Data menunjukkan satu dari dua anak di Indonesia kekurangan zat gizi penting, dan sebagian besar mengalami defisiensi vitamin D yang berdampak pada imunitas serta pertumbuhan yang tidak optimal,” jelas dr. Mesty.

Ia menambahkan, kondisi hidden hunger atau kelaparan tersembunyi sering tidak disadari orang tua karena anak tampak sehat secara fisik. Padahal, kekurangan mikronutrien tidak selalu tercermin dari berat badan atau penampilan luar.

“Hidden hunger bisa memengaruhi energi anak, kemampuan fokus, hingga daya tahan tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menghambat pertumbuhan dan perkembangan kognitif,” pungkasnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Parenting Terbaru