Senin, 24 Agustus 2026

Mobil Listrik Pertama Ferrari Sold Out di China, Harga Tembus Rp10,5 Miliar


 Mobil Listrik Pertama Ferrari Sold Out di China, Harga Tembus Rp10,5 Miliar Tampilan bagian belakang Ferrari Luce EV La Gazzetta Ferrari
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Mobil listrik pertama Ferrari, Ferrari Luce, mendapat sambutan luar biasa di pasar China. Seluruh alokasi awal sebanyak 88 unit untuk negara tersebut dilaporkan habis terjual hanya dalam waktu singkat, menandakan tingginya minat konsumen terhadap kendaraan listrik premium dari pabrikan asal Italia itu.

Mengutip laporan Arena EV, Selasa (30/6/2026), Ferrari Luce dipasarkan di China dengan harga 3.988.000 yuan atau sekitar Rp10,5 miliar. Nilai tersebut sekitar tujuh persen lebih rendah dibandingkan harga jual di Eropa yang mencapai 550.000 euro atau sekitar Rp11,2 miliar.

Namun, angka harga tersebut bukan dipilih semata-mata karena pertimbangan ekonomi. Ferrari disebut memanfaatkan unsur budaya lokal melalui numerologi Tiongkok.

Urutan angka 3-9-8-8 diyakini memiliki makna keberuntungan karena secara fonetik menyerupai ungkapan yang dapat diartikan sebagai "kekayaan dan kemakmuran sepanjang hidup." Strategi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya tarik Ferrari Luce di kalangan konsumen kelas atas di China.

Selain jumlah unit yang terbatas, pendekatan pemasaran yang menyentuh nilai budaya lokal dinilai berhasil menciptakan eksklusivitas sekaligus meningkatkan minat pembeli.

Meski sukses secara komersial di China, perjalanan Ferrari Luce tidak sepenuhnya mulus. Saat diperkenalkan di Roma pada Mei 2026, mobil ini sempat menuai kritik karena desainnya dianggap terlalu sederhana dan berbeda dari karakter khas Ferrari yang identik dengan mobil sport agresif.

Sedan listrik empat pintu yang dirancang mantan desainer Apple, Jony Ive, bahkan sempat memicu penurunan harga saham Ferrari lebih dari enam persen dalam sehari akibat respons pasar yang kurang positif.

Menyusul peluncuran tersebut, Ferrari melakukan penyegaran di jajaran manajemen pemasaran dengan menunjuk Massimiliano Di Silvestre, yang sebelumnya memimpin BMW Italia, menggantikan Enrico Galliera.

Galliera sebelumnya menjelaskan bahwa Ferrari Luce memang tidak ditujukan untuk kolektor supercar tradisional. Model ini dikembangkan guna menjangkau segmen konsumen baru yang menginginkan kendaraan mewah dengan teknologi elektrifikasi.

Berbeda dari model Ferrari pada umumnya, Luce hadir sebagai grand tourer lima penumpang yang mengutamakan kenyamanan sekaligus tetap mempertahankan citra eksklusif merek.

Di pasar China, Ferrari Luce juga menghadapi persaingan dari produsen lokal yang menawarkan mobil listrik berperforma tinggi dengan harga jauh lebih kompetitif.

Misalnya, BYD Yangwang U9 menawarkan akselerasi dan tenaga yang sangat impresif dengan harga sekitar setengah dari Ferrari Luce. Sementara GAC Hyptec SSR mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 1,9 detik dengan banderol mulai sekitar 1,286 juta yuan.

Meski demikian, pengamat industri menilai konsumen Ferrari memiliki pertimbangan yang berbeda dibanding pembeli mobil listrik pada umumnya. Bagi kalangan ultra-kaya di China, kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol status, prestise, dan gaya hidup modern.

Keberhasilan penjualan Ferrari Luce menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi dipandang bertentangan dengan kemewahan. Sebaliknya, mobil listrik kini menjadi bagian dari evolusi baru kendaraan premium yang mampu menarik perhatian pasar global, khususnya di China.

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru