Loading
Tampilan BYD Atto 2 yang dipasarkan saat ini. (BYD)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Mobil listrik BYD Atto 2 terbaru tertangkap kamera saat menjalani pengujian di China. Dari sejumlah foto mata-mata yang beredar, SUV listrik kompak tersebut diperkirakan akan hadir dengan sejumlah pembaruan penting, mulai dari penggunaan sistem penggerak roda belakang (RWD) hingga opsi teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendukung fitur bantuan mengemudi yang lebih canggih.
Laporan CarNewsChina pada Minggu (28/6/2026) menyebutkan bahwa model yang di pasar domestik China dipasarkan dengan nama Yuan UP itu terlihat membawa perubahan pada posisi port pengisian daya. Jika sebelumnya berada di bagian spatbor depan, kini port charger dipindahkan ke sisi belakang kendaraan dengan posisi yang menyerupai tutup tangki bahan bakar pada mobil konvensional.
Unit yang tertangkap kamera menggunakan warna turquoise yang cukup mencolok. Aksen warna serupa terlihat pada bumper, gagang pintu, spion samping, hingga side skirt. Namun, belum diketahui apakah warna tersebut akan menjadi paket kosmetik resmi atau sekadar kamuflase selama proses pengujian.
Dari sisi desain eksterior, perubahan yang dilakukan BYD terbilang minimal. Salah satu detail yang hilang adalah aksen warna pada bagian bawah bumper depan yang sebelumnya menjadi ciri khas model lama.
Masuk ke dalam kabin, pembaruannya juga tidak terlalu banyak. Perbedaan paling mencolok dibandingkan Atto 2 versi global adalah penggunaan logo "Yuan" pada lingkar kemudi. Selebihnya, tata letak interior masih mempertahankan desain yang sudah dikenal saat ini.
Perubahan terbesar justru terjadi di bagian bawah kendaraan. BYD dikabarkan merombak struktur sasis dan memindahkan motor listrik ke bagian belakang, sehingga Atto 2 terbaru akan menggunakan konfigurasi penggerak roda belakang. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan distribusi bobot kendaraan sekaligus memberikan karakter berkendara yang lebih baik.
Untuk pasar China, Atto 2 terbaru disebut akan tersedia dengan motor listrik belakang berdaya 100 kW dan 120 kW. Angka tersebut memang sedikit lebih rendah dibandingkan motor depan 130 kW yang digunakan pada varian tertinggi saat ini. Sementara itu, versi global masih dipasarkan dengan pilihan motor depan 130 kW dan 150 kW.
BYD juga diperkirakan akan menghadirkan sejumlah penyesuaian khusus pada model ekspor agar tetap kompetitif di berbagai pasar internasional.
Dimensi kendaraan ikut mengalami perubahan. Atto 2 terbaru memiliki panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.770 mm. Wheelbase yang bertambah sekitar 150 mm dibanding model sebelumnya diyakini akan memberikan ruang kaki lebih lega bagi penumpang belakang sekaligus meningkatkan kenyamanan kabin secara keseluruhan.
Dokumen pemerintah China menunjukkan bahwa model terbaru ini juga sedikit lebih panjang dan lebih lebar dibandingkan generasi sebelumnya. Untuk menunjang kenyamanan dan stabilitas, seluruh varian diperkirakan menggunakan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah hadirnya opsi LiDAR. Teknologi ini memungkinkan sistem bantuan mengemudi bekerja lebih akurat dalam membaca kondisi jalan dan lingkungan sekitar kendaraan. Sebelumnya, BYD sudah menawarkan sistem DiPilot 300 berbasis LiDAR pada beberapa model di China, seperti Dolphin dan Seagull, dengan biaya tambahan sekitar 12.000 yuan atau setara Rp31 juta.
Langkah tersebut membuat Atto 2 berpotensi unggul dibanding sejumlah rival di kelasnya, seperti Geely EX2, Changan Nevo Q05, dan MG4 Urban yang hingga kini masih mengandalkan kombinasi kamera serta radar tanpa dukungan LiDAR.
Meski membawa sejumlah pembaruan signifikan, Atto 2 terbaru belum dibekali teknologi pengisian daya ultra cepat yang belakangan gencar dipromosikan BYD. SUV listrik ini tetap mengandalkan baterai LFP dengan dua pilihan kapasitas, yakni 42 kWh dan 52 kWh.
Berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC), baterai 42 kWh mampu memberikan jarak tempuh hingga 410 kilometer, sedangkan varian 52 kWh diklaim dapat melaju sampai 505 kilometer dalam sekali pengisian daya. Dengan kombinasi kabin yang lebih lapang, penggerak roda belakang, dan opsi LiDAR, BYD Atto 2 terbaru berpotensi menjadi salah satu SUV listrik kompak yang paling menarik untuk dinantikan dalam waktu dekat.