BYD Incar Pabrik Menganggur di Eropa untuk Perkuat Produksi Mobil Listrik


 BYD Incar Pabrik Menganggur di Eropa untuk Perkuat Produksi Mobil Listrik Logo BYD. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - BYD dikabarkan tengah menjajaki pengambilalihan pabrik mobil yang tidak lagi digunakan di Eropa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat produksi kendaraan listrik di kawasan tersebut sekaligus menghindari tarif impor yang diberlakukan oleh Uni Eropa.

Menurut laporan ArenaEV, Jumat (15/5/2026), Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengatakan perusahaan sedang aktif mencari fasilitas produksi yang sudah tersedia, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal. Italia disebut sebagai salah satu lokasi yang menjadi perhatian.

BYD juga dilaporkan telah berdiskusi dengan Stellantis dan beberapa produsen otomotif Eropa lainnya untuk memanfaatkan pabrik yang saat ini menganggur.

Strategi ini dinilai sebagai cara tercepat bagi BYD untuk memulai produksi mobil listrik di Eropa tanpa harus membangun pabrik dari nol. Selain menghemat waktu, langkah tersebut juga lebih efisien dari sisi investasi.

Stellantis dianggap sebagai mitra potensial karena memiliki sekitar 20 fasilitas perakitan kendaraan di Eropa. Grup otomotif ini juga tengah berupaya menekan biaya operasional dan sebelumnya terbuka terhadap opsi penjualan atau kerja sama pemanfaatan lini produksi.

Meski demikian, Stella Li menegaskan bahwa BYD ingin mengelola pabrik tersebut secara mandiri. Perusahaan asal China itu tidak tertarik menggunakan skema berbagi operasional karena ingin mempertahankan kendali penuh atas proses produksinya.

Langkah ini menandai perubahan strategi produsen otomotif China di Eropa. Jika sebelumnya kendaraan diproduksi di China dan diekspor ke pasar Eropa, kini banyak produsen mulai merakit mobil langsung di kawasan tersebut untuk menghindari tarif dan hambatan perdagangan yang semakin tinggi.

Produksi lokal juga dinilai dapat memperkuat citra BYD sebagai pemain industri otomotif Eropa, bukan sekadar merek impor. Saat ini BYD tengah membangun pabrik di Hungaria dan berencana membuka fasilitas produksi kedua di Turki.

Permintaan kendaraan listrik di Eropa terus menunjukkan tren positif. Registrasi mobil listrik di kawasan itu meningkat 27 persen pada April dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan total sekitar 400 ribu unit dalam satu bulan. Produsen asal China pun semakin agresif, dengan pangsa pasar yang kini mencapai 22 persen.

Secara global, grup BYD telah menjual lebih dari 1 juta kendaraan selama empat bulan pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 454 ribu unit berasal dari pasar di luar China. Pada April saja, penjualan internasional BYD mencetak rekor baru dengan 134.500 unit.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru