Volvo Hentikan Penjualan EX30 di AS, SUV Listrik Ini Tumbang karena Tarif dan Pasar Lesu


 Volvo Hentikan Penjualan EX30 di AS, SUV Listrik Ini Tumbang karena Tarif dan Pasar Lesu Volvo EX30 2026. (Volvo)

AS, ARAHKITA.COM - Produsen otomotif asal Swedia, Volvo, resmi menghentikan penjualan SUV listrik subkompak Volvo EX30 di Amerika Serikat setelah hanya dua tahun dipasarkan.

Meski tetap dijual secara global, EX30 menjadi salah satu model kendaraan listrik (EV) yang tersingkir dari pasar AS. Penyebabnya tak lepas dari kombinasi tarif impor, biaya produksi tinggi, serta minimnya insentif federal untuk kendaraan listrik.

Mengutip laporan USA Today, Rabu (18/3/2026) dengan kebijakan pemerintah saat ini dan perubahan arah industri otomotif, banyak model EV diperkirakan tak akan bertahan hingga 2026.

Penjualan Kalah Jauh dari Kompetitor

Secara angka, performa EX30 di AS sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Pada 2025, Volvo menjual sekitar 5.400 unit EX30.

Namun angka itu kalah jauh dibanding pesaingnya. Hyundai Ioniq 5 terjual lebih dari 47.000 unit di tahun yang sama, menurut data Cox Automotive.

Sementara Tesla Model 3 mencatat penjualan fantastis lebih dari 192.000 unit pada 2025.

Model populer seperti Tesla Model Y dan Model 3 memang sudah menjadi pilihan utama konsumen Amerika. Di sisi lain, model EV yang kurang kompetitif justru menjadi beban bagi pabrikan.

Spesifikasi EX30 Sebenarnya Menarik

Untuk model 2026, EX30 dibanderol mulai 40.345 dolar AS (sekitar Rp683 juta). SUV ini memiliki tenaga 268 horsepower dan torsi 253 lb-ft, dengan jarak tempuh hingga 420 km dalam sekali pengisian daya.

Volvo juga menawarkan varian Twin Motor Performance seharga 46.345 dolar AS (sekitar Rp785 juta) dengan tenaga 422 horsepower dan torsi 400 lb-ft. Varian ini mampu menempuh sekitar 407 km.

Secara spesifikasi, EX30 tergolong kompetitif. Namun dari sisi harga, model ini dianggap relatif mahal dibanding beberapa SUV listrik lain yang lebih besar dengan jarak tempuh lebih jauh.

Tren EV di AS Mulai Melambat

Keputusan Volvo bukan kasus tunggal. Sejumlah produsen mobil mulai mengevaluasi ulang strategi kendaraan listrik mereka.

Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:

Tarif impor yang meningkatkan biaya produksi

Dicabutnya kebijakan kendaraan listrik era Presiden Joe Biden oleh Presiden Donald Trump

Minimnya insentif federal untuk pembelian EV

Tanpa kewajiban produksi EV yang ketat, banyak produsen kini kembali fokus pada mobil bensin dan hybrid yang dinilai lebih menguntungkan.

Bahkan Toyota menjadikan dua model terlarisnya, Camry dan RAV4, sebagai hybrid standar, menghapus opsi bensin murni.

Apakah EX30 Layak Dibeli?

Bagi penggemar SUV listrik kompak premium, EX30 tetap menjadi opsi menarik berkat desain minimalis khas Volvo dan performa yang mumpuni.

Namun di pasar Amerika yang sangat kompetitif dan sensitif harga, model ini belum cukup kuat untuk bertahan.

EX30 kemungkinan bukan menjadi model EV terakhir yang tumbang. Di tengah perubahan kebijakan dan selera konsumen, peta persaingan kendaraan listrik di AS diprediksi masih akan terus berubah hingga beberapa tahun ke depan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru