Loading
Jajaran mobil listrik Zeekr 001 yang siap untuk diekspor dari China. (Zeekr Global)
JAKARTA, ARAHKITA.COM Penjualan kendaraan listrik global mengalami penurunan pada Februari 2026. Pelemahan ini terutama dipicu oleh merosotnya permintaan di pasar terbesar dunia, yaitu China.
Mengutip laporan Benchmark Mineral Intelligence (BMI) yang dilaporkan oleh The Economic Times, Sabtu (14/3/2206), penjualan kendaraan listrik dunia turun 11 persen secara tahunan pada Februari.
Penurunan tersebut sebagian besar disebabkan oleh melemahnya penjualan di China, yang mencatat penurunan terbesar sejak masa awal pandemi COVID-19 pada 2020.
Penjualan EV di China Turun Tajam
Menurut data BMI, di China penjualan mobil listrik berbasis baterai dan plug-in hybrid turun 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total penjualan pada Februari bahkan berada di bawah 500.000 unit.
Angka tersebut sejalan dengan laporan dari China Association of Automobile Manufacturers yang menyebut penjualan mobil secara keseluruhan di negara tersebut juga merosot 34 persen pada bulan yang sama.
Data Manager BMI, Charles Lester, mengatakan konsumen kini semakin sensitif terhadap harga kendaraan listrik. Kondisi ini membuat permintaan lebih mudah terpengaruh oleh perubahan harga maupun insentif.
Penjualan Global Sentuh Titik Terendah
Secara global, penjualan kendaraan listrik selama dua bulan terakhir hingga Februari tercatat hanya sedikit di atas satu juta unit. Angka ini menjadi yang terendah sejak periode yang sama pada 2024.
Di kawasan Amerika Utara, pasar kendaraan listrik bahkan menyusut hingga 35 persen menjadi kurang dari 90.000 unit pada Februari.
Penurunan ini merupakan yang kelima secara berturut-turut sejak berakhirnya program insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat pada September tahun lalu.
Selain itu, kebijakan pemerintah di bawah Presiden Donald Trump yang mengusulkan pelonggaran standar emisi karbon juga dinilai memengaruhi minat konsumen terhadap kendaraan listrik.
Kombinasi kebijakan tersebut serta melemahnya permintaan global membuat sejumlah produsen otomotif dengan eksposur besar di pasar Amerika Serikat mencatat penurunan nilai aset hingga lebih dari 70 miliar dolar AS.
Eropa Masih Tumbuh
Di tengah pelemahan pasar global, kawasan Eropa masih menunjukkan tren positif. Penjualan kendaraan listrik di wilayah ini meningkat 21 persen pada Februari, meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan sebagian besar periode tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan kendaraan listrik di berbagai wilayah lain dunia justru melonjak 78 persen menjadi lebih dari 180.000 unit.
Lonjakan ini didorong oleh ekspansi produsen mobil listrik asal China ke pasar luar negeri, terutama di Asia, Australia, dan Eropa. Ekspansi tersebut dilakukan di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar domestik mereka.