Loading
Ilustrasi kendaraan pemudik. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Perjalanan mudik Lebaran bisa dilakukan lebih hemat bahan bakar jika pengendara memperhatikan gaya berkendara, kondisi kendaraan, serta perencanaan perjalanan dengan baik.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, Kamis (12/3/2026), menjelaskan bahwa konsumsi energi kendaraan biasanya terbuang dari tiga faktor utama: gaya mengemudi yang agresif, hambatan dari ban dan gesekan dengan jalan, serta beban kendaraan yang berlebihan.
Selain itu, perencanaan rute dan waktu keberangkatan juga sangat berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar saat mudik.
Hindari Gaya Mengemudi Agresif
Menurut Yannes, kebiasaan mengemudi terlalu cepat, sering melakukan akselerasi mendadak, hingga pengereman keras dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat drastis.
Kondisi lalu lintas yang tidak diantisipasi sehingga membuat kendaraan sering berhenti dan berjalan kembali (stop-and-go) juga memperburuk efisiensi energi.
Bahkan, gaya berkendara agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar hingga:
15–30 persen di jalan tol
10–40 persen saat lalu lintas padat
Karena itu, pengemudi disarankan menjaga pola berkendara yang lebih stabil agar konsumsi BBM tetap efisien.
Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Sebelum berangkat mudik, penting untuk memastikan kendaraan dalam kondisi sehat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Servis kendaraan secara berkala
Mengganti oli sesuai interval
Membersihkan atau mengganti filter udara
Memeriksa tekanan ban
Tekanan ban sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan dan dicek saat kondisi ban masih dingin.
Jika tekanan ban terlalu rendah, maka rolling resistance atau hambatan gulir ban akan meningkat sehingga mesin membutuhkan energi lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.
Apa Itu Rolling Resistance?
Rolling resistance merupakan hambatan yang muncul saat ban kendaraan bergulir di permukaan jalan.
Hal ini terjadi karena ban tidak sepenuhnya kaku. Saat menyentuh jalan, bentuk ban sedikit berubah atau tertekan, kemudian kembali ke bentuk semula saat berputar.
Proses perubahan bentuk tersebut menyebabkan sebagian energi terbuang dalam bentuk panas, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi.
Jaga Kecepatan Stabil Saat Berkendara
Selama perjalanan mudik, pengemudi disarankan menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil.
Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain:
Melakukan akselerasi secara bertahap
Menjaga kecepatan konstan di jalan tol
Memanfaatkan fitur cruise control jika tersedia
Mengurangi kecepatan tinggi yang bisa meningkatkan konsumsi energi
Saat menghadapi kemacetan, pengemudi juga sebaiknya menghindari kebiasaan menekan gas dan rem secara berulang serta mengurangi waktu mesin menyala tanpa kendaraan bergerak.
Kurangi Beban Kendaraan
Hal lain yang sering diabaikan adalah beban kendaraan. Semakin berat muatan mobil, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk bergerak.
Karena itu, pengemudi disarankan:
Tidak membawa barang yang tidak perlu
Menghindari penggunaan roof rack kosong yang dapat meningkatkan hambatan udara
Dengan kombinasi gaya mengemudi yang efisien, kendaraan yang terawat, serta perencanaan perjalanan yang baik, perjalanan mudik bisa menjadi lebih hemat bahan bakar sekaligus nyaman.