Loading
Ilustrasi: Menyetir. ANTARA/HO-Pexels
JAKARTA ARAHKITA.COM - Pengendara kendaraan, baik listrik maupun konvensional, wajib memiliki kendali emosi yang baik agar terhindar dari risiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini ditegaskan oleh Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menanggapi insiden pengemudi taksi elektrik yang mundur tiba-tiba dan menabrak kios rumah makan.
“Kejadian ini jelas menjadi contoh pentingnya pengendalian emosi. Selain itu, pengemudi juga harus memahami sistem operasional kendaraan dengan baik, khususnya untuk mobil otomatis,” ujar Sony Susmana kepada ANTARA, Jumat (17/1/2026).
Menurut Sony, kasus serupa tidak hanya bisa terjadi pada kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) saja, tetapi juga pada kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) yang menggunakan transmisi otomatis.
“Pengemudi gagal memahami cara kerja sistem atau terburu-buru dalam mengambil tindakan,” tambah Sony,seperti yang dikutip dari Antara.
Tips Pengendara Kendaraan Otomatis
Sony menekankan beberapa hal yang wajib diperhatikan pengemudi untuk keselamatan:
1. Kontrol emosi: Jangan terburu-buru atau panik saat mengemudi.
2. Pahami sistem kendaraan: Ketahui cara kerja transmisi otomatis, baik EV maupun ICE.
3. Pastikan kendaraan aman saat ditinggal: Transmisi harus berada di posisi P dan handbrake ditarik.
“Dari kasus yang viral di media sosial, kemungkinan besar pengemudi meninggalkan mobil saat posisi gear masih di R dan tidak memindahkan ke P. Ini bisa terjadi karena emosi atau terburu-buru,” jelas Sony.
Selain itu, Sony juga menekankan pentingnya perusahaan transportasi memberikan pelatihan berkendara yang benar oleh ahli berlisensi, agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.