Loading
Ajang Jakarta Seven Soccer berlangsung kompetitif di babak kualifikasi. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sebanyak 36 tim dari tiga kategori U-10, U-12, U-14 saling bertarung guna menjadi yang terbaik dalam Ajang Jakarta Seven Soccer (J7S), yang berlangsung di lapangan Persija Academy Football Field (PAFF), Pulomas, Jakarta Timur, pada 23-24 November 2019.
Semangat juang yang membara diapungkan para peserta dari empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Hal itu juga diperlihatkan oleh tim juara grup U-12, Astam. Manajer tim Astam, Susanty, bersyukur timnya bisa menjadi pemimpin klasemen grup dan akan mengikuti babak semifinal di gold level, Minggu (24/11/2019).
"Kami bersyukur bisa memimpin di grup, tapi kami yakin besok bakal lebih berat lagi, jadi kami harus lebih waspada, karena target kami juara," ujarnya.
Susanty pun turut mengapresiasi adanya ajang J7S yang mewadahi klub lokal untuk bertemu dengan tim-tim luar negeri.
"Bagus untuk turnamen internasional di Indonesia, sehingga tim lokal Indonesia bisa melawan tim luar negeri, juga tanpa harus mengeluarkan dana yang besar untuk melawan tim dari Singapura, Malaysia atau Vietnam," ucap Susanty.
Tak hanya Susanty, pelatih tim Stagmont FC U-14 asal Singapura, Muhammad Hairi bin Su'ap, mengaku puas tim asuhnya bisa berlaga di J7S. Ia sengaja membawa dua tim, yakni tim A dan B untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya melawan tim asal Indonesia.
"Saya tak menargetkan mereka juara. Saya hanya ingin tim saya bisa mengambil pengalaman karena pertandingan di J7S sangat kompetitif," ujar Hairi yang pernah membela Timnas Singapura itu.
Ia pun berharap timnya bisa lebih banyak mendapatkan ilmu saat berjumpa tim-tim lainnya di babak semifinal. "Kami tak ingin pulang tanpa membawa hasil. Jika kalah, kami bisa bawa pengalaman. Kalau menang kami juga bisa bawa pengalaman," tuturnya.
J7S memang bukan sekadar kompetisi untuk menemukan tim terbaik. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi wadah pembinaan dan pembentukan karakter pemain muda. Tujuannya agar para pemain bisa memahami arti sportivitas sebagai elemen paling dasar dipahami sebagai tanggung jawab bersama.
Sementara Manging Director INAFOOTBALL, Suhendra Marjuki mengatakan bahwa perhelatan turnamen sepak bola internasional usia muda pertama di Indonesia ini sanggup melebihi ekspetasinya.
"Hari pertama ini ramai banget, saya lihat antusias, lihat senyuman anak-anak, dan senyuman para pelatihnya, membuat saya bersemangat. Mereka pun sampai bilang tahun depan pasti ikut lagi J7S, itu suatu kebahagian sendiri bagi saya," ucap Hendra.
Hendra pun tidak menyangka jika performa tim-tim asal daerah bisa bersaing dengan tim dari luar negeri. Potensi pemain daerah menurutnya memang bagus, namun masih kurang diberi kesempatan untuk bertanding di level internasional.
"Ada kejutan dari daerah, mereka bisa menang seakan membuktikan bahwa yang bagus itu tak melulu tim dari kota. Tapi, tim-tim dari luar daerah pun punya bakat bagus-bagus," ucap Hendra.
Nantinya, seluruh tim dari kategori U-10, U-12, dan U-14 lolos ke babak semifinal namun dengan level yang berbeda. Level satu atau gold level akan berisikan tim yang berada di posisi teratas grup. Sementara posisi kedua level silver, ketiga level bronze, klasemen keempat di plate level, posisi kelima ada di level steel.
Sebagai informasi, ajang J7S 2019 ini mempertandingkan tiga kelompok umur, yakni U-10, U-12, dan U-14. Kejuaraan ini akan memasuki babak semifinal pada Minggu 24 November.
INAFOOTBALL merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Sports Travel & Youth Football Development, memberikan jasa pelayanan kepada tim-tim sepak bola usia muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat ikut serta dalam suatu ajang turnamen Internasional di berbagai belahan dunia.
INAFOOTBALL memiliki program pengembangan sepak bola usia muda, seperti penyelenggaraan turnamen internasional sepak bola usia muda di Indonesia, penyaluran pemain usia muda berbakat agar memiliki peluang menjadi pemain profesional di masa yang akan datang dan mampu bersaing secara global.
Dengan komitmen membangun sepak bola tanah air, INAFOOTBALL memiliki visi misi mengembangkan sepak bola sejak usia dini (Youth Program), menggelar turnamen nasional dan internasional, menerapkan teknik dan mental bermain sepak bola, pengelolaan manajemen pemain dan pemusatan latihan (Training Camp) yang bertujuan untuk mencetak regenerasi pesepak bola muda berbakat.