Lionel Messi dan sang ayah, Jorge Messi. Instagram.com/leomessi
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Lionel Messi kembali mengenang sang ayah, Jorge Messi, melalui sebuah pesan yang begitu personal dan menyentuh. Di balik perjalanan Argentina hingga mencapai final Piala Dunia 2026, ternyata ada satu harapan sederhana yang terus ia simpan: bisa membawa sang ayah menyaksikan perjuangannya sekali lagi.
Harapan itu kini tinggal kenangan.
Jorge Messi meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) waktu setempat atau Sabtu (8/8) WIB di Rosario, Argentina, dalam usia 68 tahun setelah lama menjalani perawatan karena masalah kesehatan.
Beberapa hari setelah kepergian sang ayah, Messi menuliskan pesan perpisahan melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (12/8/2026).
Pesan tersebut bukan sekadar ungkapan kehilangan. Messi juga menceritakan bagaimana kondisi kesehatan Jorge memburuk tepat menjelang Piala Dunia 2026.
Sang Ayah Meminta Messi Bermain di Piala Dunia Terakhir
Jorge Messi rupanya terus meminta putranya untuk tampil di Piala Dunia 2026. Bagi Lionel Messi, turnamen tersebut kemudian memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar pertandingan sepak bola.
Messi tahu kondisi ayahnya semakin mengkhawatirkan. Namun, ia tetap menyimpan harapan bahwa Jorge akan pulih dan suatu saat bisa datang menyaksikan pertandingan secara langsung.
“Ayah, kamu terus memintaku untuk bermain di satu Piala Dunia terakhir. Hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisimu memburuk,” tulis Messi dalam pesannya.
Untuk pertama kalinya dalam perjalanan panjang karier Messi di Piala Dunia, Jorge tidak berada di sisinya.
Namun, Messi belum menyerah pada harapan.
Ia bahkan berulang kali meyakinkan sang ayah bahwa Argentina akan melangkah jauh di turnamen tersebut.
“Aku terus mengatakan kepadamu bahwa kami akan mencapai final Piala Dunia agar kamu bisa datang. Itu kembali menjadi misiku,” tulis Messi.
Setiap Pertandingan, Messi Menunggu Pesan Ayahnya
Ada satu bagian dari kisah tersebut yang membuat perjalanan Messi di Piala Dunia 2026 terasa semakin emosional.
Setiap kali pertandingan Argentina selesai, Messi mengaku selalu menunggu pesan dari sang ayah.
Pesan yang biasanya mungkin terasa sederhana, kali ini menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Namun, pesan itu tak kunjung datang.
Dari situlah Messi mulai menyadari bahwa kondisi Jorge jauh lebih serius daripada yang ia bayangkan.
Meski demikian, ia tetap berusaha membawa Argentina melaju sejauh mungkin. Ada harapan bahwa semakin jauh perjalanan Argentina di Piala Dunia, semakin besar pula kesempatan bagi sang ayah untuk pulih dan menyaksikan satu pertandingan terakhirnya.
Harapan itu akhirnya membawa Messi dan Argentina sampai ke final.
Tetapi Jorge tidak pernah sampai ke sana.
Argentina ke Final, tetapi Sang Ayah Tak Bisa Menyaksikannya
Argentina akhirnya mencapai final Piala Dunia 2026. Namun, pertandingan yang seharusnya menjadi salah satu momen paling membanggakan dalam hidup Messi justru menyisakan luka yang mendalam.
“Aku ingin memenanginya agar bisa membawa trofi itu kepadamu dan menunjukkannya sekali lagi. Aku tidak bisa,” ungkap Messi.
Argentina kemudian kalah 0-1 dari Spanyol di final melalui gol Ferran Torres pada masa tambahan waktu.
Bukan hanya hasil pertandingan yang membuat Messi kecewa. Ia juga mengakui bahwa kondisi fisiknya selama turnamen tidak pernah benar-benar berada dalam keadaan terbaik.
“Kakiku benar-benar tidak bisa memberikan lebih banyak lagi. Kali ini aku mencoba mendorong diriku melampaui apa yang mampu ditanggung tubuhku, tetapi aku tidak bisa,” tulisnya dilansir Antara.
Namun, di balik kegagalan membawa pulang trofi, Messi tetap merasa keputusan untuk bermain di Piala Dunia 2026 adalah keputusan yang tepat.
Sebab, kali ini ia bermain bukan hanya untuk dirinya sendiri atau Argentina.
Ia juga bermain untuk sang ayah.
Jorge Messi, Sosok Penting di Balik Perjalanan Karier Messi
Bagi dunia sepak bola, Lionel Messi dikenal sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa.
Namun, jauh sebelum menjadi megabintang dunia, Messi hanyalah seorang anak dari Rosario yang memiliki mimpi besar untuk bermain sepak bola.
Di perjalanan itulah Jorge Messi memegang peranan penting.
Jorge mendampingi Messi sejak masa-masa awal kariernya di Argentina hingga sang anak berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia. Ia juga selama bertahun-tahun terlibat sebagai agen dan pengelola karier Messi.
Hubungan keduanya bukan sekadar hubungan antara pemain dan agen.
Jorge adalah ayah, pendamping, sekaligus salah satu orang yang berada di belakang perjalanan panjang Messi menuju puncak sepak bola dunia.
Karena itu, kehilangan Jorge tentu bukan sekadar kehilangan seorang ayah.
Bagi Messi, itu berarti kehilangan sosok yang telah berjalan bersamanya sejak awal.
Sebuah Piala Dunia, Sebuah Janji, dan Sebuah Perpisahan
Messi mungkin tidak berhasil memberikan trofi Piala Dunia 2026 kepada sang ayah.
Argentina juga harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Spanyol.
Namun, ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar hasil pertandingan.
Messi telah menepati satu bagian dari janjinya.
Ia membawa Argentina sampai ke final.
Hanya saja, orang yang paling ingin ia ajak menyaksikan perjalanan itu sudah tidak bisa hadir.
Kini, kenangan tentang Jorge akan menjadi bagian dari perjalanan hidup Messi berikutnya—bukan hanya sebagai ayah yang membesarkannya, tetapi sebagai sosok yang ikut menemani langkahnya dari Rosario hingga panggung terbesar sepak bola dunia.
Dan mungkin, bagi Messi, itulah makna paling dalam dari Piala Dunia terakhir yang ia jalani bersama Argentina: berusaha memenuhi janji kepada seorang ayah, meski pada akhirnya sang ayah tidak sempat melihatnya.