Sabtu, 15 Agustus 2026

FIFA Minta Maaf soal Rencana Penjualan Hak Komersial Piala Dunia, Infantino Tetap Didukung


 FIFA Minta Maaf soal Rencana Penjualan Hak Komersial Piala Dunia, Infantino Tetap Didukung Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino tiba untuk menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga dan laga final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Pusat Media Utama pada 16 Desember 2022 di Doha, Qatar. ANTARA/Mustafa Yalçın - Anadolu Agency /pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Badan sepak bola dunia (FIFA) akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait polemik rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia. Organisasi tersebut mengakui terdapat kesalahan dalam proses pengambilan keputusan, meski tetap menegaskan dukungan penuh kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari ESPN, Kamis (6/8/2026), FIFA mengakui bahwa proses yang ditempuh tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

"Kesalahan yang dibuat telah diakui, dan prosesnya seharusnya ditangani secara berbeda," tulis FIFA.

Polemik bermula ketika Gianni Infantino mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui entitas baru tersebut, FIFA berencana melepas sekitar 20 persen saham hak komersial Piala Dunia kepada investor dengan nilai transaksi mencapai 20 miliar dolar AS.

Namun, rencana ambisius itu memicu penolakan luas dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia. Akibatnya, FIFA memutuskan membatalkan rencana tersebut.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, FIFA telah mengirimkan surat permohonan maaf kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggotanya. Langkah ini disebut sebagai upaya memastikan kesalahan serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.

Meski demikian, FIFA juga menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap berbagai tudingan yang dinilai menyerang kredibilitas organisasi.

"FIFA tidak akan lagi mentolerir serangan apa pun terhadap integritas, tata kelola yang baik, dan proses hukumnya, serta akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga nama baik serta reputasinya," demikian pernyataan resmi FIFA.

Kritik terhadap Kepemimpinan Gianni Infantino Menguat

Kontroversi tersebut ikut memicu kritik terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Salah satu yang paling vokal datang dari UEFA yang menilai FIFA membutuhkan reformasi tata kelola secara menyeluruh.

Menurut UEFA, seluruh pemangku kepentingan sepak bola harus memiliki peran yang lebih besar dalam setiap keputusan strategis yang menentukan masa depan olahraga tersebut.

"Kini, lebih dari sebelumnya, FIFA membutuhkan reformasi tata kelola yang memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terkait memiliki peran formal dalam keputusan yang menentukan masa depan olahraga kita," tulis UEFA dilansir Antara.

Kritik juga datang dari Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Sebagai salah satu pemimpin negara tuan rumah Piala Dunia 2026, Carney secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap Gianni Infantino.

"Tentu saja, saya tidak memiliki kepercayaan terhadap Tuan Infantino," ujar Carney.

Gejolak Juga Terjadi di Internal FIFA

Penolakan terhadap rencana FIFA Forward Enterprise tidak hanya datang dari luar organisasi. Di internal FIFA sendiri mulai muncul gejolak.

Penasihat senior Carlos Cordeiro memilih mengundurkan diri, sementara Kepala Pengembangan Sepak Bola Global, Arsene Wenger, turut menarik dukungannya terhadap proyek FFE.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa polemik penjualan hak komersial Piala Dunia bukan sekadar persoalan bisnis, tetapi juga menjadi ujian serius bagi tata kelola dan kepemimpinan FIFA di tengah sorotan dunia sepak bola internasional.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru