Selasa, 25 Agustus 2026

FIFA Selidiki Kericuhan Pascafinal Piala Dunia 2026, Insiden Spanyol vs Argentina Jadi Sorotan


 FIFA Selidiki Kericuhan Pascafinal Piala Dunia 2026, Insiden Spanyol vs Argentina Jadi Sorotan Pesepak bola Tim Nasional Spanyol Rodri (depan tengah) mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 bersama rekannya di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Michael Teguh Adiputra Siahaan/app/nym.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Euforia kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2026 ternoda oleh kericuhan yang pecah sesaat setelah pertandingan usai. Bentrokan antarpemain Spanyol dan Argentina di lapangan langsung menjadi perhatian dunia sepak bola.

FIFA pun bergerak cepat dengan membuka penyelidikan resmi terhadap insiden tersebut. Badan sepak bola dunia itu telah menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk mengusut penyebab keributan serta menentukan kemungkinan sanksi bagi pihak-pihak yang terlibat.

Menurut laporan Reuters pada Selasa (21/7/2029), FIFA mulai mengumpulkan fakta terkait bentrokan yang terjadi seusai laga final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026).

Kericuhan bermula ketika gelandang Argentina Leandro Paredes melakukan tindakan keras terhadap dua pemain Spanyol, Eric Garcia dan Gavi. Insiden itu memicu emosi para pemain dari kedua kubu hingga terjadi aksi saling dorong di tengah lapangan.

Situasi semakin memanas sehingga ofisial dan sejumlah pemain harus turun tangan untuk memisahkan kedua tim. Bahkan pelatih Argentina Lionel Scaloni terlihat ikut menenangkan anak asuhnya agar keributan tidak semakin meluas.

Laporan Sky Sports juga menyebut FIFA akan mendalami seluruh rangkaian insiden tersebut. Dalam laga itu, Paredes mendapat kartu merah dari wasit Slavko Vincic setelah peluit panjang dibunyikan karena keterlibatannya dalam kericuhan.

Di balik insiden tersebut, pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Spanyol tampil dominan dan terus menekan Argentina yang datang sebagai juara bertahan.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim bermain imbang tanpa gol sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dilansir Antara.

Gol yang dinanti akhirnya hadir pada menit ke-106. Ferran Torres sukses mencetak gol penentu kemenangan yang membawa Spanyol unggul 1-0.

Keunggulan itu mampu dipertahankan hingga peluit akhir berbunyi. Hasil tersebut memastikan La Roja meraih kemenangan sekaligus mengukir sejarah dengan merebut gelar Piala Dunia kedua mereka.

Kini, perhatian publik tak hanya tertuju pada keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia, tetapi juga pada hasil investigasi FIFA yang akan menentukan konsekuensi disiplin bagi para pihak yang terlibat dalam kericuhan pascafinal.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru