Sabtu, 15 Agustus 2026

Luis de la Fuente Bangga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Sebut Timnya Generasi Emas


 Luis de la Fuente Bangga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Sebut Timnya Generasi Emas Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente terlihat sebelum pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 melawan Prancis di Stadion Dallas, Amerika Serikat, 14 Juli 2026. ANTARA/Xinhua/Huang Zongzhi.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kebahagiaan tak bisa disembunyikan pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, setelah tim asuhannya sukses menjuarai Piala Dunia 2026. Kemenangan tipis 1-0 atas Argentina pada laga final di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, menjadi penutup sempurna perjalanan La Roja di turnamen paling bergengsi dunia.

Bagi De la Fuente, gelar ini bukan sekadar trofi. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani para pemain yang tumbuh bersama sebagai sebuah keluarga dan terus berkembang menjadi generasi emas sepak bola Spanyol.

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepak bola ini yang telah tumbuh bersama gagasan tersebut, menyempurnakannya, serta memberikan contoh tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga," ujar De la Fuente, dikutip dari laman resmi FIFA, Senin (20/7/2026).

Keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

De la Fuente mengaku emosional saat mengenang perjalanan timnya hingga mencapai puncak dunia. Menurutnya, para pemain telah menunjukkan kualitas luar biasa, baik secara individu maupun sebagai sebuah tim.

"Saya merasa sangat emosional saat menengok kembali ke belakang. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan segalanya, dan itu sungguh luar biasa. Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama-sama, kita lebih kuat," katanya.

Spanyol Dominan, Argentina Kesulitan Berkembang

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung menguasai jalannya pertandingan. Lamine Yamal dan rekan-rekannya terus menekan pertahanan Argentina, namun penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat skor tetap imbang sepanjang waktu normal.

Sebaliknya, Argentina tampil di bawah performa terbaiknya. Lionel Messi dan kolega kesulitan mengembangkan permainan bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Gol yang dinantikan akhirnya lahir pada babak tambahan waktu kedua. Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan Spanyol setelah memanfaatkan umpan sundulan Nico Williams dan menaklukkan Emiliano Martinez.

Emiliano Martinez Tampil Gemilang

De la Fuente menilai timnya sebenarnya memiliki cukup peluang untuk mengunci kemenangan sebelum pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Namun, penampilan impresif kiper Argentina Emiliano "Dibu" Martinez membuat Spanyol harus bekerja lebih keras.

"Penyelamatan gemilang Dibu mencegah kami menang lebih awal, tetapi itu adalah final Piala Dunia dan, bahkan dengan sepuluh pemain di pengujung laga, Anda harus menderita," ujar De la Fuente dikutip Antara.

Kemenangan ini menjadi penegas dominasi Spanyol di panggung sepak bola dunia sekaligus menandai lahirnya generasi baru yang diyakini akan terus bersinar dalam beberapa tahun ke depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru