Pesepakbola Inggris Jude Bellingham (kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak gol sementara pesepakbola Norwegia Erling Haaland (tengah) memeberi isyarat kepada rekannya saat pertandingan perempat final antara Norwegia dan Inggris pada Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Miami di Miami, Amerika Serikat, Saby (11/7/2026). ANTARA FOTO/Xinhua/Cheng Min/YU
JAKARTA, ARAHKITA.COM – FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kontroversi gol penyeimbang Inggris saat menghadapi Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026. Sejumlah pihak menilai bola sempat menyentuh kabel kamera yang melintang di atas lapangan sebelum Inggris mencetak gol. Namun, FIFA memastikan tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut setelah memeriksa data dari teknologi Connected Ball.
FIFA: Sensor Bola Tidak Mendeteksi Sentuhan Kabel
Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa sensor yang tertanam di dalam bola tidak menunjukkan adanya perubahan atau lonjakan data ketika bola melayang di udara.
"Sebelum gol Inggris pada menit 45+2 melawan Norwegia, sensor pada Connected Ball tidak menunjukkan lonjakan pada 'detak jantung bola' saat berada di udara, sehingga tidak ada bukti bahwa bola menyentuh kabel di atas lapangan dan mengubah arah pergerakan bola," tulis FIFA melalui media sosial resminya, dikutip di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Karena tidak ditemukan indikasi adanya sentuhan dengan kabel, pertandingan tetap dilanjutkan dan gol Inggris dinyatakan sah.
Kontroversi Bermula dari Tendangan Gawang Nyland
Insiden terjadi saat kiper Norwegia, Orjan Nyland, melepaskan tendangan gawang. Bola terlihat berubah arah saat berada di udara sehingga memunculkan dugaan telah mengenai kabel penyangga kamera robotik yang membentang di atas stadion.
Beberapa detik kemudian Inggris berhasil menguasai bola, sebelum Jude Bellingham mencetak gol penyeimbang tepat menjelang turun minum.
Sesuai Laws of the Game, apabila bola benar-benar menyentuh kabel atau benda lain di atas lapangan, wasit seharusnya menghentikan pertandingan dan melanjutkannya dengan drop ball. Namun, karena perangkat pertandingan tidak menganggap insiden itu terjadi, permainan terus berlanjut.
Norwegia Melayangkan Protes
Keputusan tersebut memicu protes dari kubu Norwegia. Orjan Nyland tampak meluapkan kekesalannya dengan memukul permukaan lapangan. Penyerang Erling Haaland bersama pelatih Stale Solbakken juga sempat mendatangi wasit asal Prancis, Clement Turpin, sebelum babak pertama berakhir.
Menurut Solbakken, wasit mengaku tidak melihat langsung insiden tersebut dan tidak menerima informasi bahwa bola benar-benar mengenai kabel.
"Dia mengatakan bahwa dia sendiri tidak melihatnya dan tidak menerima pesan bahwa itu benar-benar terjadi. FIFA mengatakan tidak ada sentuhan dan tidak ada sinyal dari cip di dalam bola, jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi bola itu jatuh lurus ke bawah. Bola itu memang menyentuhnya," ujar Solbakken dikutip Antara.
Meski tetap meyakini bola mengenai kabel, Solbakken mengakui insiden itu bukan penyebab utama kekalahan timnya.
Connected Ball Kembali Jadi Sorotan
Teknologi Connected Ball kembali menjadi perhatian sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, sistem yang sama membantu menganulir gol penyeimbang Kroasia saat menghadapi Portugal setelah sensor mendeteksi adanya sentuhan pemain Kroasia yang membuat proses gol berujung offside.
Pada laga perempat final lainnya, VAR juga membatalkan gol Mesir ke gawang Argentina setelah Marwan Attia dinilai melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martínez sebelum gol tercipta.