Sebanyak 120 peserta dari sekolah hingga komunitas mengikuti kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026 di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Semangat sportivitas dan inklusivitas mewarnai penyelenggaraan Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026 yang digelar di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026). Sebanyak 120 peserta dari berbagai sekolah, yayasan, dan komunitas ambil bagian dalam ajang yang menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di cabang olahraga atletik.
Ketua Panitia Fun Atletik ABK 2026, Mira Kusuma, menjelaskan bahwa kejuaraan ini dirancang sebagai wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengasah kemampuan sekaligus mengevaluasi hasil latihan yang telah mereka jalani.
"Kejuaraan ini diikuti 120 peserta dari 18 sekolah di Jakarta, termasuk peserta dari Bogor. Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja, baik dari sekolah umum, sekolah luar biasa (SLB), yayasan, maupun komunitas," ujar Mira.
Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem olahraga inklusif di Indonesia. Menariknya, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan pertama yang secara khusus menghadirkan kompetisi atletik bagi anak berkebutuhan khusus.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta mengikuti nomor lari 25 meter, 50 meter, dan 100 meter yang dibagi ke dalam tiga kategori usia, yaitu 13–16 tahun, 17–21 tahun, serta 22 tahun ke atas.
Mira berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sehingga anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan lebih luas untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka dari waktu ke waktu.
"Harapannya, kejuaraan ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun agar teman-teman ABK memiliki kesempatan mengevaluasi hasil latihan mereka," katanya.
Membantu Orang Tua Mengenali Potensi Anak
Deputy Head London School Beyond Academy (LSBA), Erni Adi Astuti, mengatakan pihaknya bersama PT Petualang Berani Melangkah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus melalui olahraga.
Sekitar 90 peserta mengikuti kejuaraan melalui LSBA. Erni berharap ajang ini dapat membantu orang tua maupun pendamping mengenali bakat dan kemampuan anak yang selama ini mungkin belum terlihat.
"Terkadang orang tua masih bingung anaknya memiliki kecenderungan kemampuan di bidang apa. Melalui kegiatan ini kami berharap potensi mereka, khususnya di cabang atletik, mulai terlihat," ujarnya.
Selain menjadi ajang pencarian bakat, olahraga juga dinilai penting sebagai media menyalurkan energi anak-anak berkebutuhan khusus sehingga mereka dapat tumbuh lebih sehat, aktif, dan percaya diri.
"Anak-anak ini memiliki energi yang besar. Dengan olahraga, energi mereka dapat tersalurkan dengan baik sehingga kesehatan dan aktivitas mereka juga semakin meningkat," tambah Erni dikutip Antara.
Kolaborasi Dorong Olahraga Inklusif
Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 merupakan hasil kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah dan London School Beyond Academy (LSBA), lembaga pelatihan dan keterampilan di bawah naungan LSPR Institute of Communication and Business.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Melalui kolaborasi tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak anak berkebutuhan khusus yang tertarik mengikuti olahraga atletik secara aktif dan berkelanjutan. Pengalaman bertanding sejak dini juga diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka untuk mengikuti berbagai kompetisi olahraga di tingkat yang lebih tinggi pada masa mendatang.