13 Federasi Sepak Bola Dunia Kecam Komentar Presiden UEFA soal Format Piala Dunia


 13 Federasi Sepak Bola Dunia Kecam Komentar Presiden UEFA soal Format Piala Dunia Pesepak bola Brasil, Vini­cius Junior (kanan), mengontrol bola untuk melewati pemain Maroko pada pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, New York, Amerika Serikat, Sabtu (13/06). Pertandingan ini berakhir 1-1. ANTARA

JAKARTA,ARAHKITA.COM- Sejumlah federasi sepak bola dari berbagai kawasan dunia menyampaikan pernyataan bersama yang mengecam komentar Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, terkait format baru atau perluasan Piala Dunia.

Pernyataan tersebut datang dari 13 federasi sepak bola yang mewakili Afrika, Karibia, Asia Tengah, hingga wilayah lain, sebagai respons atas kritik Ceferin yang menyebut sebagian laga kualifikasi Piala Dunia tidak memiliki daya tarik tinggi.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui akun X Federasi Sepak Bola Maroko, para federasi menegaskan bahwa tidak ada pertandingan Piala Dunia yang tidak penting.

“Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia FIFA yang tidak penting. Lolos ke Piala Dunia FIFA merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian bunyi pernyataan tersebut melalui akun X Federasi Sepak Bola Maroko pada Senin (15/6/2026).

Pernyataan itu ditandatangani oleh federasi sepak bola dari Senegal, Tanjung Verde, Curaçao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Pernyataan bersama tersebut muncul sebagai respons langsung terhadap komentar Presiden UEFA yang menilai beberapa pertandingan kualifikasi kurang kompetitif dan tidak terlalu menarik untuk ditonton.

Namun, federasi-federasi tersebut menilai pandangan itu mengabaikan perjuangan panjang yang dilakukan oleh pemain, pelatih, klub, hingga suporter di seluruh dunia.

Mereka menegaskan bahwa setiap perjalanan menuju Piala Dunia merupakan hasil dari investasi, perencanaan, dan kerja keras bertahun-tahun.

Koalisi federasi juga menekankan bahwa sepak bola bukan milik kelompok tertentu, melainkan olahraga global yang menyatukan banyak budaya dan latar belakang.

FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda,” demikian isi pernyataan mereka.

Mereka juga menegaskan bahwa tampil di Piala Dunia sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar prestasi olahraga.

Bagi banyak negara, keberhasilan lolos ke putaran final Piala Dunia menjadi sumber inspirasi generasi muda, sekaligus mendorong perkembangan sepak bola nasional.

Selain itu, pencapaian tersebut juga menciptakan momen bersejarah yang dikenang sepanjang masa oleh masyarakat di masing-masing negara.

Menutup pernyataan mereka, para federasi menyerukan agar semua tim yang berhasil lolos ke Piala Dunia mendapatkan penghormatan yang setara.

“Setiap negara yang lolos pantas mendapatkan rasa hormat. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti,” tegas pernyataan tersebut.

Dengan demikian, polemik terkait format Piala Dunia kembali memunculkan perdebatan soal makna kompetisi global antara aspek hiburan, kompetisi, dan nilai representasi negara di panggung dunia.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru