Loading
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). ANTARA
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden FIFA Gianni Infantino menyesalkan insiden yang menimpa wasit asal Somalia, Omar Artan, yang dilaporkan gagal memasuki Amerika Serikat meski telah tiba di negara tersebut untuk keperluan resmi.
Dalam keterangannya pada konferensi pers di Mexico City, Infantino menyebut kejadian tersebut sebagai situasi yang disayangkan, terutama mengingat peran penting Artan dalam dunia sepak bola internasional.
“Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar (Artan), wasit dari Somalia,” ujar Infantino, dikutip dari siaran resmi FIFA, Kamis (11/6/2026) waktu setempat.
Baca juga:
Lagu ‘DNA‘ Satukan Dunia, EJAE dan Andrea Bocelli Meriahkan Opening Piala Dunia FIFA 2026Infantino juga meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menegaskan bahwa FIFA tengah berupaya mencari solusi terbaik terkait kasus tersebut.
“Sekali lagi, kami tidak bisa mengendalikan segalanya. Kami mencoba, kami akan berdiskusi, kami akan berbicara, kita akan lihat hasilnya nanti. Kami tengah mengerjakan semuanya,” tambahnya.
Baca juga:
Daftar Hadiah Piala Dunia 2026 Tembus Rp11,6 Triliun, Jadi yang Terbesar Sepanjang SejarahOmar Artan sebelumnya disebut sebagai salah satu wasit terbaik Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) 2025 dan digadang-gadang menjadi wasit pertama asal Somalia yang berpeluang memimpin pertandingan di ajang Piala Dunia.
Namun, rencananya terganggu setelah otoritas imigrasi di Bandar Udara Internasional Miami menolak kehadirannya dengan alasan tidak memenuhi persyaratan untuk masuk dan beraktivitas di Amerika Serikat.
Baca juga:
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Melejit hingga Rp181 Juta, FIFA Tuai Kritik Soal AksesibilitasArtan menegaskan bahwa seluruh dokumen perjalanannya lengkap, meskipun Somalia termasuk dalam daftar negara dengan pembatasan perjalanan tertentu di AS. Setelah penolakan tersebut, ia dilaporkan kembali ke Istanbul, Turki, tempat ia sebelumnya berangkat menuju Amerika Serikat.
Sementara itu, pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan bahwa Artan telah menjalani pemeriksaan tambahan saat tiba di bandara pada Sabtu (6/6), sebelum akhirnya keputusan penolakan diambil.
Kasus ini juga menjadi perhatian FIFA, mengingat sebelumnya sejumlah pihak lain seperti fotografer tim dan suporter dilaporkan mengalami kendala serupa terkait proses masuk ke Amerika Serikat menjelang agenda internasional sepak bola.