Loading
Bruno Guimaraes (kiri) dari Brasil beraksi pada Grup G di Piala Dunia FIFA 2022 di Stadion Ras Abu Aboud di Doha, Qatar, 28 November 2022. ANTARA/XInhua/Zheng Huansong
NEW JERSEY, ARAHKITA.COM – Gelandang tim nasional Brasil, Bruno Guimaraes, menegaskan bahwa Selecao tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar dunia yang tahun ini digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pemain yang juga menjabat sebagai kapten Newcastle United tersebut menilai anggapan bahwa Brasil tidak lagi sekuat generasi-generasi sebelumnya merupakan pandangan yang keliru. Menurutnya, Brasil masih memiliki banyak pemain berkualitas yang tampil di klub-klub elite dunia.
Bruno bahkan menilai sebagian kritik yang muncul di media hanya bertujuan menarik perhatian publik.
“Banyak orang berkomentar hanya untuk mencari perhatian,” kata Bruno.
Ia menegaskan bahwa Brasil selalu menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam setiap turnamen besar. Status sebagai pemilik lima gelar juara dunia menjadi bukti bahwa Brasil memiliki sejarah dan tradisi kuat di ajang Piala Dunia.
“Brasil merupakan salah satu tim favorit di setiap kompetisi. Tidak ada tim lain yang memiliki lima bintang di seragamnya. Kami memiliki pemain-pemain hebat yang bermain di klub-klub terbesar dunia, sehingga tim nasional dan para pemain kami layak mendapatkan respek,” ujarnya.
Brasil Masih Tim Tersukses di Piala Dunia
Meski sudah 24 tahun tidak mengangkat trofi Piala Dunia sejak terakhir kali juara pada 2002, Brasil tetap menjadi negara tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.
Hingga saat ini, Selecao telah mengoleksi lima gelar juara dunia, unggul atas Jerman dan Italia yang masing-masing memiliki empat trofi.
Karena itu, Bruno meminta publik tidak meremehkan peluang Brasil pada edisi 2026.
“Segala sesuatu bisa terjadi di lapangan. Menjadi favorit memang tidak menjamin kemenangan, tetapi kami termasuk salah satu kandidat yang memiliki peluang besar,” katanya.
Ancelotti Masih Punya Sejumlah Opsi Taktik
Selain berbicara soal peluang juara, Bruno juga mengomentari kemungkinan strategi yang akan diterapkan pelatih Carlo Ancelotti pada laga pembuka Grup C melawan Maroko.
Sebelumnya, Ancelotti beberapa kali menerapkan formasi menyerang 4-2-4. Namun, cedera yang dialami bek sayap Wesley serta keputusan memanggil gelandang Ederson sebagai pengganti memunculkan spekulasi bahwa Brasil akan beralih ke formasi 4-3-3 selama turnamen berlangsung.
Menurut Bruno, masing-masing skema memiliki kelebihan tersendiri.
“Formasi 4-2-4 memberi lebih banyak opsi dalam menyerang, tetapi di sisi lain permainan tim menjadi lebih langsung,” jelasnya dikutip Antara.
Awal Perjalanan Brasil di Grup C
Brasil akan memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Maroko di New Jersey pada laga pembuka Grup C.
Setelah itu, tim asuhan Carlo Ancelotti akan melanjutkan perjuangan menghadapi Haiti dan Skotlandia untuk memperebutkan tiket menuju fase gugur.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang berkembang di berbagai liga top Eropa, Brasil berharap mampu mengakhiri penantian panjang sekaligus meraih gelar juara dunia keenam yang semakin mengukuhkan status mereka sebagai tim tersukses sepanjang sejarah Piala Dunia.