Loading
Pemain Persija Jakarta Emaxwell Souza De Lima (kiri) berselebrasi dengan Allano Lima (kanan). (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Persija Jakarta mulai melakukan perombakan besar-besaran dalam menyambut musim 2026/2027. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu resmi melepas tujuh pemain sebagai bagian dari strategi pembentukan skuad baru yang ditargetkan mampu bersaing di papan atas dan merebut gelar juara.
Tujuh pemain yang dipastikan meninggalkan Persija adalah Carlos Eduardo, Bruno Tubarao, Jean Mota, Emaxwell Souza, dan Allano Lima. Selain itu, dua pemain yang berstatus pinjaman, yakni Thales Lira dan Alaaeddine Ajaraie, juga resmi berpisah dengan klub setelah masa peminjamannya berakhir.
Presiden Persija Mohamad Prapanca menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah menjadi bagian dari perjalanan klub selama musim lalu.
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mereka yang selama ini telah menunjukkan etos kerja, perjuangan, dan profesionalisme yang luar biasa dari hari ke hari bersama Persija," kata Prapanca seperti dikutip dari laman resmi Persija, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, kontribusi ketujuh pemain tersebut akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Persija. Mereka dianggap telah memberikan dedikasi dan pengorbanan untuk klub selama mengenakan seragam Macan Kemayoran.
Prapanca juga menegaskan bahwa para pemain yang pergi tetap menjadi bagian dari keluarga besar Persija.
"Semoga sukses untuk perjalanan karier berikutnya," tutur Prapanca.
Dari seluruh pemain yang dilepas, nama Carlos Eduardo menjadi sosok yang paling lama membela Persija di antara daftar tersebut. Kiper asal Brasil itu bergabung sejak musim 2024/2025 dan menjadi salah satu pemain asing yang cukup lama bertahan dalam skuad ibu kota.
Perpisahan dengan tujuh pemain ini menjadi langkah awal Persija dalam menyusun kekuatan baru. Manajemen saat ini tengah bergerak aktif di bursa transfer untuk mendatangkan pelatih dan pemain yang dinilai mampu meningkatkan daya saing tim pada musim depan.
Prapanca optimistis proses pembentukan tim yang sedang berjalan dapat menghasilkan skuad yang lebih solid dan kompetitif.
"Saat ini kami terus bekerja untuk membentuk tim yang lebih tangguh pada musim depan, termasuk mendatangkan pelatih dan pemain-pemain yang dapat mengantarkan Persija ke level yang lebih baik," ujarnya.
Langkah perombakan ini dilakukan setelah Persija menutup Super League 2025/2026 dengan hasil cukup positif. Tim asal Jakarta itu finis di peringkat ketiga klasemen akhir setelah mengumpulkan 71 poin dari 34 pertandingan.
Meski mampu menembus tiga besar, Persija masih gagal meraih trofi juara. Gelar Super League 2025/2026 akhirnya menjadi milik rival mereka, yaitu Persib Bandung.
Dengan dimulainya perombakan skuad dan rencana perekrutan pemain baru, Persija berharap dapat tampil lebih kompetitif pada musim 2026/2027 serta kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara.