Loading
Gelandang Nice Kail Boudache merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang St-Etienne pada pertandingan leg kedua play-off degradasi Liga Prancis di Stadion Allianz Riviera, Nice, Jumat (29/5/2026) waktu setempat. x.com/ogcnice
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nice memastikan diri tetap berlaga di kasta tertinggi sepak bola Prancis musim depan setelah menaklukkan St-Etienne dengan skor telak 4-1 pada leg kedua playoff degradasi Ligue 1 di Allianz Riviera, Jumat (30/5/2026) waktu setempat.
Hasil tersebut membuat Nice unggul agregat 4-1 dan sukses mempertahankan statusnya sebagai peserta Ligue 1. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang tanpa gol pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Geoffroy-Guichard.
Meski bermain sebagai tim tamu, St-Etienne tampil agresif sejak awal pertandingan. Bahkan mereka sempat menjebol gawang Nice melalui Irvin Cardona. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau tayangan VAR dan menemukan posisi offside dalam proses terjadinya gol.
Terhindar dari kebobolan, Nice mulai menemukan ritme permainan. Peluang emas pertama datang dari Elye Wahi, tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang. Tak lama berselang, kapten tim Dante juga nyaris membawa tuan rumah unggul lewat sundulan, namun kiper Gautier Larsonneur mampu melakukan penyelamatan penting.
Memasuki babak kedua, St-Etienne kembali mengancam. Lucas Stassin mendapatkan peluang melalui bola muntah, tetapi sepakannya juga hanya mengenai tiang gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-62. Jonathan Clauss berhasil memanfaatkan bola rebound di depan gawang untuk membawa Nice unggul 1-0 dan membakar semangat pendukung tuan rumah.
St-Etienne sempat memberi harapan dengan menyamakan kedudukan pada menit ke-79. Zuriko Davitashvili sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Namun, keunggulan mental Nice terlihat setelah gol tersebut. Hanya dua menit berselang, Kail Boudache langsung mengembalikan keunggulan tuan rumah. Memanfaatkan bola rebound, ia menaklukkan Larsonneur dan mengubah skor menjadi 2-1.
Gol tersebut menjadi titik balik yang mematahkan perlawanan St-Etienne. Pada menit ke-87, Elye Wahi mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan peluang dengan baik dan memperlebar keunggulan Nice menjadi 3-1.
Penyerang muda itu kemudian menutup malam gemilangnya dengan gol kedua pada masa injury time. Menerima umpan matang dari Sofiane Diop pada menit 90+2, Wahi menuntaskan peluang dengan sempurna untuk memastikan kemenangan 4-1 bagi Nice dikutip Antara.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Nice tetap mengendalikan jalannya pertandingan. Kemenangan meyakinkan ini tidak hanya mengamankan tempat mereka di Ligue 1 musim depan, tetapi juga menjadi penegasan bahwa tim berjuluk Les Aiglons mampu bangkit saat berada dalam tekanan.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi St-Etienne yang gagal merebut tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Prancis melalui jalur playoff.