Cesc Fabregas Ukir Sejarah, Antar Como Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kali


 Cesc Fabregas Ukir Sejarah, Antar Como Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kali Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas. (Como 1907)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Klub kejutan Italia, Como, resmi mencetak sejarah baru setelah memastikan tiket ke Liga Champions musim depan. Pelatih mereka, Cesc Fabregas, mengaku sudah memiliki firasat timnya akan mencapai pencapaian besar itu bahkan sebelum laga penting melawan Parma.

Keyakinan tersebut muncul sehari sebelum Como menang tipis 1-0 atas Parma pada 17 Mei lalu. Situasi kemudian semakin sempurna ketika Como menghancurkan Cremonese 4-1 pada Senin dini hari WIB, bersamaan dengan kekalahan AC Milan 1-2 dari Cagliari.

Hasil itu membuat Como finis di posisi keempat klasemen Serie A dengan koleksi 71 poin, unggul satu angka dari Milan yang harus puas di peringkat kelima dan gagal lolos otomatis ke Liga Champions.

“Saya punya firasat sehari sebelum melawan Parma bahwa jika kami menang dua kali, kami akan lolos ke Liga Champions,” kata Fabregas kepada DAZN Italia pada Senin (25/5/2026).

Pencapaian ini terasa spesial karena Como baru promosi dari Serie B dua musim lalu. Di bawah tangan dingin Fabregas, klub yang sebelumnya tak diperhitungkan itu perlahan menjelma menjadi kekuatan baru di sepak bola Italia.

Fabregas bahkan sudah mulai mencuri perhatian sejak membawa Como lolos ke kompetisi Eropa setelah menang 1-0 atas Verona pada pekan ke-36. Kini, sejarah mereka semakin lengkap dengan tiket Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

Como akan tampil di kompetisi elite Eropa bersama Napoli sebagai juara Serie A, Inter Milan yang finis runner-up, dan Roma yang kembali ke Liga Champions setelah absen selama tujuh tahun.

Konsistensi Como di akhir musim menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka. Dalam lima pertandingan terakhir, Como mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang. Sebaliknya, Milan justru terseok dengan tiga kekalahan, satu seri, dan hanya sekali menang.

Juventus juga gagal menjaga performa setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir, ditambah tiga hasil imbang dan satu kekalahan.

Fabregas mengungkapkan dirinya sempat memberikan motivasi unik kepada para pemain dengan memperlihatkan video balap sepeda.

“Saya menunjukkan video seorang pesepeda kepada para pemain. Dia berada di posisi keenam, tetapi di sprint terakhir dia mengayuh lebih keras dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini," ujar pelatih asal Spanyol berusia 39 tahun tersebut.

Perjalanan Fabregas bersama Como memang terbilang luar biasa. Saat pertama datang, klub itu masih bermain di Serie B. Ia ikut membangun fondasi tim dari awal, termasuk membantu merancang pusat latihan klub.

Mantan gelandang Barcelona, Arsenal, dan Chelsea itu pun merasa bangga atas kerja keras seluruh elemen tim yang berhasil membawa Como menembus level tertinggi sepak bola Eropa.

“Kami para pelatih hanya mendorong mereka, memberi opsi, memberi tahu di mana ruang kosong berada, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas merasakan kebahagiaan ini," tutup dia.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru