Loading
Jannik Sinner Tennis Major
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mencatat sejarah baru di ajang Italian Open 2026 setelah meraih kemenangan beruntun ke-32 di level ATP Masters 1000.
Catatan tersebut membuat petenis asal Italia itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang bersama oleh Novak Djokovic sebagai pemilik kemenangan beruntun terpanjang di turnamen Masters 1000.
Rekor baru itu diraih usai Jannik Sinner mengalahkan Andrey Rublev dengan skor 6-2, 6-4 dalam pertandingan perempat final yang berlangsung selama satu jam 32 menit
“Saya tidak bermain untuk rekor. Saya bermain untuk kisah saya sendiri,” kata Jannik Sinner seperti dikutip dari ATP, Jumat (15/5/2026).
Ia mengaku pencapaian tersebut sangat berarti, terlebih karena diraih di depan publik sendiri di Italia.
“Secara emosional, bermain di sini di kandang sendiri membutuhkan banyak usaha,” lanjutnya.
Sebelumnya, Novak Djokovic mencatat 31 kemenangan beruntun di Masters 1000 pada periode Indian Wells hingga Cincinnati Open 2011.
Baca juga:
Melaju ke Semifinal Italian Open, Jannik Sinner Pecahkan Rekor Djokovic di ATP Masters 1000Sinner berhasil menyamai rekor tersebut setelah menang di babak keempat Roma awal pekan ini sebelum akhirnya mencetak sejarah baru di semifinal.
Kekalahan terakhir Sinner di ajang Masters 1000 terjadi pada Oktober 2025 di Shanghai Masters saat menghadapi Tallon Griekspoor.
Sejak itu, performanya terus meningkat. Ia menjuarai Paris Masters, lalu melanjutkan dominasi dengan menjuarai Indian Wells dan Miami Open.
Prestasi tersebut membuatnya menjadi petenis pertama sejak Roger Federer pada 2017 yang mampu menyapu bersih “Sunshine Double”.
Memasuki musim lapangan tanah liat, Sinner tetap tampil impresif. Ia sukses mengalahkan rival utamanya, Carlos Alcaraz, di final Monte-Carlo Masters sebelum menundukkan Alexander Zverev untuk merebut gelar Madrid Open.
Dengan kemenangan di Madrid, Sinner menjadi petenis pertama dalam sejarah yang memenangi lima turnamen Masters 1000 secara beruntun.
Hebatnya lagi, selama rentetan 32 kemenangan tersebut, petenis berusia 24 tahun itu hanya kehilangan dua set.
Kini, Sinner berpeluang mencatat sejarah lain jika mampu menjadi juara di Roma akhir pekan ini.
Jika berhasil menjuarai Italian Open 2026, ia akan menjadi petenis putra kedua setelah Novak Djokovic yang berhasil menyelesaikan Career Golden Masters, yakni memenangi seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000.
Selain itu, Sinner juga berupaya mengakhiri penantian panjang Italia untuk juara tunggal putra di Roma sejak era Adriano Panatta pada 1976.