Loading
Arsip foto - Petenis Serbia Novak Djokovic pada putaran keempat tunggal putra di turnamen tenis Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Prancis (2/6/2025). ANTARA/Xinhua/Li Jing/aa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kejutan besar terjadi di Internazionali BNL d’Italia 2026 atau Italian Open 2026 di Roma. Petenis legendaris Serbia, Novak Djokovic, harus angkat koper lebih cepat setelah kalah dari petenis muda Kroasia, Dino Prizmic, pada laga pembukanya, Sabtu (9/5/2026).
Djokovic menyerah dalam tiga set dengan skor 6-2, 2-6, 4-6 dalam pertandingan yang berlangsung penuh kejutan. Kekalahan ini menjadi momen langka bagi juara enam kali Roma tersebut, yang untuk pertama kalinya tersingkir pada pertandingan pembuka di turnamen tersebut.
Prizmic, yang kini berusia 20 tahun, tampil percaya diri menghadapi idolanya sendiri. Seusai pertandingan, petenis Kroasia itu mengaku sulit mempercayai kemenangan yang baru saja diraihnya.
“Saya sangat menghormati Novak. Dia adalah idola saya. Jadi pertandingan ini sangat berarti bagi saya,” ujar Prizmic seperti dikutip ATP.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya berusaha tetap fokus meski menghadapi salah satu petenis terbesar sepanjang sejarah tenis dunia.
Pada set pertama, Djokovic sebenarnya tampil dominan. Petenis Serbia berusia 38 tahun itu mampu mengontrol permainan dan menang cukup mudah dengan skor 6-2. Namun situasi berubah drastis memasuki set kedua.
Kondisi fisik Djokovic mulai terlihat menurun. Ia beberapa kali tampak membungkuk di antara poin pertandingan dan berjalan perlahan menuju kursinya saat pergantian set. Intensitas permainan Prizmic yang terus meningkat membuat Djokovic kesulitan mengimbangi rally panjang dari baseline.
Prizmic mulai bermain lebih agresif sejak set kedua. Pukulan-pukulannya semakin tajam dan konsisten, memaksa Djokovic lebih banyak bertahan. Momentum itu terus berlanjut hingga set penentuan.
Meski Djokovic sempat menunjukkan perlawanan di set ketiga, energinya terlihat tidak lagi maksimal. Di sisi lain, Prizmic justru tampil semakin tenang dan percaya diri hingga akhirnya memastikan kemenangan besar dalam kariernya.
“Di set pertama dia bermain luar biasa. Tetapi saya mencoba menemukan permainan saya dan akhirnya berhasil,” kata Prizmic.
Kemenangan ini menambah daftar pencapaian impresif Prizmic dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, ia juga sukses mengalahkan petenis Top 10 dunia, Ben Shelton, saat tampil di ATP Masters 1000 Madrid.
Performa Prizmic memang sedang menanjak tajam. Tahun lalu ia masih berada di peringkat 334 dunia, tetapi kini telah menembus posisi tertinggi dalam kariernya di ranking ATP, yakni peringkat 79 dunia.
Dalam sembilan pertandingan terakhir, Prizmic berhasil memenangi delapan laga, termasuk pertandingan kualifikasi di Madrid dan Roma. Bulan lalu, ia juga sukses mencapai final turnamen ATP Challenger di Italia dikutip Antara.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi perhatian tersendiri bagi Djokovic menjelang turnamen Grand Slam Roland Garros yang akan digelar akhir bulan nanti.
Sebelumnya, Djokovic sempat menunjukkan performa menjanjikan setelah mencapai final Australian Open awal tahun ini usai mengalahkan Jannik Sinner. Namun kondisi fisiknya di Roma kini memunculkan tanda tanya besar soal kesiapan sang juara bertahan menuju Roland Garros.
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam kariernya di Roma. Dari total penampilannya di turnamen tersebut, ia sebelumnya memiliki rekor luar biasa dengan statistik 18 kemenangan dan hanya sekali kalah pada laga pembuka.