Loading
Foto juara dunia kelas super bantam tak terbantahkan Naoya Inoue (keenam kiri) bersama timnya seusai kemenangan atas Junto Nakatani yang dipublikasikan dalam media sosial yang dipantaui di Jakarta, Minggu (3/5/2026). Instagram/@naoyainoue_410
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Duel sesama petinju Jepang antara Naoya Inoue dan Junto Nakatani menghadirkan pertarungan kelas dunia yang penuh tensi. Bertarung di Tokyo Dome, Inoue sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas super bantam (55,3 kg) tak terbantahkan setelah menang angka mutlak.
Dalam laga yang disiarkan melalui DAZN, Minggu (3/5/2026), tiga juri memberikan kemenangan untuk Inoue dengan skor 116-112, 116-112, dan 115-113.
Awal Pertarungan: Adu Strategi dan Kesabaran
Ronde pertama dibuka dengan tempo hati-hati. Kedua petinju lebih banyak membaca pergerakan lawan sebelum mulai meningkatkan intensitas di ronde kedua dan ketiga. Meski terjadi pertukaran pukulan, belum ada serangan yang benar-benar menentukan.
Memasuki ronde keempat, Inoue mulai menunjukkan kelasnya. Dengan pergerakan kepala yang lincah, ia berhasil menciptakan celah dan melancarkan jab keras ke arah kepala Nakatani.
Nakatani Bangkit, Duel Kian Panas
Ronde kelima menjadi titik balik sementara bagi Nakatani. Ia tampil lebih agresif dengan kombinasi pukulan cepat ke kepala, bahkan sempat membuat Inoue goyah. Namun, sang juara menunjukkan ketenangan luar biasa dengan pertahanan solid dan kemampuan membaca ritme pertandingan.
Ronde demi ronde berlangsung semakin ketat. Pada ronde kedelapan dan kesembilan, Nakatani terus menekan dengan hook kanan dan kombinasi tajam yang beberapa kali membuat Inoue berada dalam tekanan.
Momen Krusial dan Ketahanan Mental
Memasuki ronde ke-10, drama terjadi. Benturan kepala menyebabkan luka robek di wajah Nakatani. Meski sempat menghentikan momentum, pertandingan tetap dilanjutkan dan Nakatani menunjukkan semangat juang tinggi dikutip Antara.
Namun, pengalaman Inoue berbicara di ronde ke-11. Ia melancarkan pukulan kanan keras yang dua kali melukai Nakatani dan memaksanya bertahan.
Penutup: Inoue Tetap Tak Tergoyahkan
Ronde terakhir berlangsung penuh kehati-hatian, meski tetap diwarnai pertukaran pukulan. Hingga akhirnya, keputusan juri memastikan kemenangan bagi Inoue.
Kemenangan ini membuat Inoue sukses mempertahankan gelar tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya, sekaligus menjaga rekor sempurnanya menjadi 33 kemenangan (27 KO).
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Nakatani, yang kini mencatatkan 32 kemenangan (24 KO) dan 1 kekalahan. Di usia 28 tahun, peluangnya untuk bangkit di level elite masih terbuka lebar.