Loading
Penyerang Bayern Muenchen Harry Kane (9) merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Mainz pada pertandingan Liga Jerman di Stadion Mewa Arena, Mainz, Sabtu (25/4/2026) waktu setempat. (fcbayern.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Bayern Munich menunjukkan mental juara yang sesungguhnya. Sempat tertinggal tiga gol, raksasa Bundesliga ini sukses melakukan comeback dramatis untuk menaklukkan Mainz 05 dengan skor 4-3 pada pekan ke-31 Bundesliga di Mewa Arena, Sabtu (25/4/2026).
Laga ini sempat terlihat akan menjadi mimpi buruk bagi Bayern. Bermain di kandang, Mainz tampil agresif sejak awal. Mereka membuka keunggulan lewat gol Dominik Kohr pada menit ke-15.
Tekanan tuan rumah berlanjut. Paul Nebel menggandakan skor menjadi 2-0 di menit ke-29 setelah memanfaatkan bola rebound. Bahkan, Mainz hampir memperlebar jarak jika peluang Nadiem Amiri tidak membentur mistar gawang.
Petaka bagi Bayern berlanjut di penghujung babak pertama. Sheraldo Becker mencetak gol ketiga Mainz pada menit 45+2, membuat skor menjadi 3-0 saat turun minum.
Namun, babak kedua menghadirkan cerita yang sepenuhnya berbeda.
Pelatih Vincent Kompany melakukan perubahan krusial dengan memasukkan Harry Kane dan Michael Olise. Keputusan ini terbukti menjadi titik balik.
Bayern mulai bangkit pada menit ke-53. Umpan silang Konrad Laimer berhasil diselesaikan oleh Nicolas Jackson menjadi gol pembuka untuk Die Roten.
Momentum terus bergulir. Pada menit ke-73, tendangan keras Olise memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3. Stadion mulai tegang.
Hanya berselang tujuh menit, Jamal Musiala menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat aksi individunya yang memukau.
Puncaknya terjadi pada menit ke-83. Harry Kane menjadi pahlawan setelah mencetak gol kemenangan dan membalikkan keadaan menjadi 4-3. Gol tersebut memastikan Bayern pulang dengan tiga poin penuh dikutip Antara..
Kemenangan ini semakin mengukuhkan Bayern di puncak klasemen sementara Bundesliga dengan 82 poin dari 31 pertandingan, unggul jauh dari Borussia Dortmund di posisi kedua.
Sementara itu, Mainz harus puas tertahan di papan tengah dan masih berjuang menjauh dari ancaman zona degradasi.
Comeback ini bukan sekadar kemenangan, tetapi juga penegasan bahwa Bayern Munchen tetap menjadi kekuatan dominan di Liga Jerman—bahkan saat berada dalam tekanan besar.