Loading
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique. (Paris Saint-Germain)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menunjukkan kelasnya di panggung Eropa. Bermain di salah satu stadion paling ikonik di dunia, Stadion Anfield, PSG sukses menundukkan Liverpool dengan skor meyakinkan 2-0 pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025/2026, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini bukan sekadar soal skor. Bagi pelatih PSG, Luis Enrique, ada hal yang jauh lebih penting: mentalitas tim.
“Hal yang paling saya banggakan adalah mentalitas yang kami tunjukkan di stadion legendaris ini,” ungkap Enrique.
Bermain di kandang Liverpool jelas bukan perkara mudah. Atmosfer Anfield yang terkenal “angker” kerap membuat tim tamu kehilangan arah. Namun PSG justru tampil tenang dan percaya diri sejak awal laga.
Pada babak pertama, Les Parisiens mampu mengontrol jalannya permainan. Mereka tidak terburu-buru, menjaga ritme, dan bermain disiplin untuk meredam tekanan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin intens. PSG harus menghadapi tekanan lebih besar dari Liverpool. Namun di sinilah karakter tim benar-benar diuji.
PSG berani mengambil risiko—dan keputusan itu berbuah manis.
Ousmane Dembele menjadi pahlawan dengan dua gol krusial pada menit ke-72 dan 90+1. Gol tersebut tidak hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mengunci tiket PSG ke semifinal.
“Babak kedua memang sangat sulit. Kami harus mengambil risiko. Sekarang, kami tinggal menunggu siapa lawan di semifinal,” kata Enrique.
Kemenangan ini juga mendapat sorotan dari gelandang muda PSG, Joao Neves. Pemain berusia 21 tahun itu menegaskan bahwa keberhasilan timnya tak lepas dari kerja sama yang solid.
“Kami menghadapinya sebagai satu tim. Kami tahu kapan harus bertahan dan kapan harus menyerang,” ujarnya.
Menurut Neves, keberhasilan PSG melaju ke semifinal Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun bukanlah kebetulan.
Ini adalah hasil dari proses panjang dan visi besar klub.
“Itulah alasan saya bergabung dengan PSG. Klub ini punya visi jelas dan nilai-nilai kuat. PSG akan terus berkembang,” tambahnya dikutip Antara.
Kemenangan atas Liverpool juga mempertegas dominasi PSG dalam dua musim terakhir di kompetisi ini. Setelah musim lalu menyingkirkan The Reds lewat adu penalti di babak 16 besar, kini PSG kembali memastikan langkah Liverpool terhenti di fase gugur.
Lebih dari sekadar kemenangan, ini adalah pernyataan: PSG bukan hanya tim bertabur bintang, tetapi juga tim dengan mental juara yang semakin matang.