Loading
Petenis Amerika Jessica Pegula beraksi pada babak semifinal WTA 500 Charleston Open melawan rekan senegaranya Iva Jovic di Charleston, AS, Sabtu (4/4/2026). WTA
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Petenis Amerika Jessica Pegula semakin dekat mempertahankan gelarnya di Charleston Open 2026 setelah menaklukkan rekan senegaranya, Iva Jovic, dalam laga semifinal yang berlangsung sengit Minggu (5/4/2026) WIB.
Pegula menang melalui pertarungan tiga set dengan skor 6-4, 5-7, 6-3, sekaligus mencatat kemenangan keempat berturut-turut dalam pertandingan tiga set sepanjang turnamen ini. Hasil tersebut mengantarkannya ke final kedua beruntun di Charleston.
Di partai puncak, Pegula akan menghadapi Yulia Starodubtseva, yang untuk pertama kalinya menembus final turnamen WTA.
Usai pertandingan, Pegula mengakui bahwa kelelahan justru membantunya tampil lebih fokus di lapangan.
“Terkadang saya sangat lelah dan entah kenapa itu malah membuat saya lebih fokus bermain tenis daripada frustrasi atau khawatir,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saya terus berjuang. Memang tidak selalu terlihat bagus, tapi semua kembali pada persaingan dan bagaimana bermain lebih baik di poin-poin penting.”
Kemenangan tersebut membuat Pegula mencatat rekor 10-1 dalam laga tiga set musim ini. Ia juga mengoleksi 23 kemenangan sepanjang 2026, menyamai torehan Aryna Sabalenka sebagai petenis dengan kemenangan terbanyak di level WTA Tour tahun ini.
Semifinal berlangsung ketat dengan banyak perubahan momentum. Kedua pemain hanya mampu mengonversi delapan dari 30 peluang break point, menandakan betapa krusialnya setiap poin.
Jovic sempat unggul cepat di awal pertandingan, namun Pegula mampu bangkit dan merebut set pertama. Setelah kehilangan set kedua, Pegula kembali menunjukkan mental juara di set penentuan.
Saat tertinggal 0-2 di set ketiga, ia membalikkan keadaan dengan merebut empat gim berturut-turut hingga akhirnya mengunci kemenangan.
Di final, Pegula berpeluang meraih gelar tunggal ke-11 dalam kariernya. Namun, ia mengakui belum banyak mengenal calon lawannya.
“Saya tidak terlalu mengenalnya. Saya pernah melihatnya bermain beberapa kali. Sepertinya dia sangat terampil dan atletis, jadi ini akan menjadi tantangan sulit,” kata Pegula.
Sementara itu, bagi Starodubtseva, laga final ini menjadi momen bersejarah. Petenis yang memulai turnamen sebagai peringkat 89 dunia itu berpeluang meraih gelar WTA pertamanya.
Pertarungan final Charleston Open 2026 pun dipastikan akan menjadi duel menarik antara pengalaman dan kejutan baru di dunia tenis wanita.