Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Melejit hingga Rp181 Juta, FIFA Tuai Kritik Soal Aksesibilitas


 Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Melejit hingga Rp181 Juta, FIFA Tuai Kritik Soal Aksesibilitas FIFA secara resmi menaikkan harga tiket Final Piala Dunia 2026 hingga 10.990 dolar AS atau Rp181 juta lewat sistem dynamic pricing. (Unsplash.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Harga tiket final Piala Dunia 2026 resmi melonjak tajam. FIFA menetapkan harga tertinggi mencapai 10.990 dolar AS atau sekitar Rp181 juta, angka yang langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola dunia.

Kenaikan ini terasa sangat mencolok jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana tiket final kategori tertinggi “hanya” sekitar 1.600 dolar AS atau Rp26 juta. Artinya, dalam satu edisi saja, harga melonjak hampir tujuh kali lipat.

Tak hanya tiket termahal, lonjakan juga terjadi di kategori lainnya. Mengutip The Guardian, tiket Kategori 2 kini dibanderol 7.380 dolar AS, naik dari 5.575 dolar AS pada penjualan sebelumnya. Sementara itu, tiket Kategori 3 meningkat menjadi 5.785 dolar AS, dari sebelumnya 4.185 dolar AS.

Dynamic Pricing Jadi Sorotan

FIFA menggunakan sistem dynamic pricing untuk Piala Dunia 2026—sebuah metode penentuan harga yang berubah-ubah tergantung pada tingkat permintaan. Semakin tinggi minat, semakin mahal harga yang harus dibayar.

Di satu sisi, strategi ini dianggap menguntungkan secara bisnis. Namun di sisi lain, banyak pihak menilai kebijakan tersebut justru menjauhkan sepak bola dari para penggemar sejatinya.

Kritik bahkan datang dari ranah politik. Sebanyak 69 anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat mengirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, mempertanyakan kebijakan tersebut.

Mereka menilai sistem dynamic pricing bertentangan dengan semangat FIFA untuk menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang inklusif dan bisa diakses semua kalangan.

Tak tanggung-tanggung, mereka juga menyebut Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi turnamen paling eksklusif secara finansial dalam sejarah.

Permintaan Membludak, Sistem Sempat Terganggu

Di tengah kritik yang menguat, FIFA justru menyoroti tingginya antusiasme publik. Pada Januari lalu, Gianni Infantino menyebut jumlah permintaan tiket setara dengan “permintaan untuk 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus.”

Namun, tingginya minat ini tidak sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan sistem. Dalam proses penjualan terbaru, banyak pengguna mengeluhkan gangguan saat mengakses situs resmi FIFA. Bahkan, sebagian harus menunggu berjam-jam hanya untuk masuk ke halaman pembelian.

Situasi makin membingungkan karena FIFA tidak mengungkapkan secara rinci pertandingan dan kategori tiket yang tersedia. Penggemar pun harus mencari sendiri informasi tersebut di platform resmi.

Fitur Baru dan Pasar Tiket Sekunder

Meski penuh kontroversi, ada satu hal baru yang ditawarkan dalam penjualan tiket kali ini. Untuk pertama kalinya, penggemar bisa memilih kursi spesifik di stadion, bukan sekadar kategori harga.

Selain itu, FIFA juga membuka pasar jual beli ulang (resale). Namun, setiap transaksi akan dikenakan potongan 15 persen, baik dari pihak pembeli maupun penjual.

Turnamen Terbesar Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan laga final digelar di New Jersey, Amerika Serikat.Turnamen ini akan mencatat sejarah sebagai edisi pertama dengan 48 tim peserta, serta digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Dengan skala yang semakin besar, pertanyaannya kini bukan hanya soal siapa yang akan menjadi juara—tetapi juga, siapa yang benar-benar mampu menyaksikannya langsung di stadion.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru